1-7-09 FKUB TEPIS TUDINGAN FPI

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
RABU, 1 JULI 2009

PURWAKARTA-Forum Komunikasi Umat Beragama Purwakarta menepis apa yang ditudingkan Front Pembela Islam Dewan Pimpinan Wilayah (FPI DPW), Purwakarta terkait rekomendasi perijinan rencana pembangunan gereja di Desa Cinangka Kecamatan Bungursari Purwakarta yang asal-asalan. FKUB menegaskan, bila rekomendasi yang dikeluarkan sudah sesuai prosedur yang ada.

”Pada dasarnya semua rekomendasi yang kami keluarkan itu berasal dari bawah, bahkan proses tersebut berjalan hingga 5 bulan lamanya. Dan persyaratan seperti SK Menteri dan persetujuan warga pun tertera disana. Jadi, apa yang di alamatkan FPI kepada kami tidak benar,"kata Ketua FKUB Purwakarta H..M. Jondim, kepada, saat dihubungi oleh wartawan, Selasa (30/6).


Ia pun menegaskan, terkait kebenaran rekomendasi yang sudah dikeluarkan pihak FKUB diperjelas dengan pengecekan lapangan yang disaksikan berbagai unsur antara lain pihak MUI, Muhammdiyah, desa, kecamatan, dan pihak terkait lainnya. "Proses pengecekan saja kita ikutkan semua unsur, termasuk ormas Islam. Jadi, jangan asal nuding begitu saja, sebaiknya di rundingkan terlebih dahulu,”jelasnya.


Sebelumnya, DPW FPI Purwakarta, Asep Hamdani, mengemukakan, bila FKUB yang telah merekomendasikan perijinan kurang teliti dan sembrono dengan memberikan rekomen surat asal-asalan. “Itu sangat keliru dan bisa menjadi pegangan kuat bagi mereka (noni,red) seharusnya FKUB melihat dulu dilapangan masyarakat mana yang menandatangani. Justru, dari penelusuran kami dilapangan masyarakat yang menandatangani tidak satupun yang tahu bahwa itu untuk pembangunan sara ibadah “Gereja”. Mungkin, ini juga alasan FKUB tidak pernah mengajak FPI dalam segala hal,”katanya. (Syaiful Jabrig)

1-7-09 PSPWH MINTA TENGGANG WAKTU KE DPRD

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
RABU, 1 JULI 2009

Terkait Pembongkaran Warung PSPWH, Minta Tenggang Waktu Ke DPRD

PURWAKARTA-Paguyuban Sauyunan Pedagang Warung Haji (PSPWH), Bungursari Purwakarta Selasa (30/6) mendatangi gedung DPRD Purwakarta. mereka meminta kepada wakil rakyat agar Bupati Purwakarta bisa menambah tenggang waktu pembongkaran warung-warung milik mereka hingga tiga bulan kedepan.” Kami juga mau makan Pak,” celetuk salah seorang yang ikut dalam rombongan tersebut

Ketua PSPWH Parsono didampingi Wakil Sekretaris Maya Elvin, Kita semua yang tergabung dalam paguyuban ini belum punya pekerjaan sebagai sumber kelangsungan hidup sehari-hari bersama anak-anak. Selain itu, kita pun belum punya tempat tinggal selepas pergi dari sini,” jelas. Makil seketaris yang juga salah seorang pemilik Salon/pijat tradisional warga Kampung Warung Haji Rt 02/01 Desa Wanakerta Kecamatan Bungursari

Kami hanya minta tenggang penambahan waktu saja, tambah Maya, alasanya dalam bebrapa waktu digunakan untuk mempersiapkan mencari pekerjaan lain dan rumah pengganti. mereka menegaskan bukan menentang kebijakan pemerintah. namun, hanya meminta waktu selama 3 bulan untuk persiapan tersebut. Apalagi, dirinya baru saja membuat Salon pijat dengan menghabiskan uang sekitar Rp200 juta. Padahal, pembuatan tempat usaha itu, telah mendapat izin dari Seksi Trantib Kecamatan Bungursari dengan nomor 503/03/I/Tramtib tertanggal 20 Januari 2009.

“Saya sangat menyesalkan, kalau memang akan dibongkar, kenapa pendirian bangunan usaha saya diizinkan. Lagian usaha saya ini bukan warem, tapi salon. Jangankan untuk membalikkan modal usaha, untuk membongkar saja saya tidak punya sepeserpun,” tutur Maya.

Senada dengan Maya, Agus Priatna (29) warga Kampung Cilodong Babakan Ngantai Rt19/07 menambahkan, penambahan waktu tersebut juga akan dipakai untuk mempersiapkan biaya pendidikan masuk ajaran baru bagi para orang tua mempunyai anak yang akan masuk atau masih duduk di bangku SD maupun SMP.

“Untuk bongkar rumah itu kan tidak gampang. tukang bongkar kan harus dibayar. juga memerlukan uang yang tidak sedikit. Nah, kecuali pemerintah membuatkan tempat tinggal baru dan menyediakan lapangan pekerjaan buat kami,” tandasnya.

Hal ini merupakan kejadian kali kedua ke DPRD, Pertemuan sebelumnya, mereka mendatangi Komisi I DPRD Purwakarta. Namun dari pertemuan itu, belum membuahkan kesepakatan. Kali ini, para pengurus Paguyuban yang diwakili 3 orang, yakni Ketua Paguyuban Purnomo, Wakil Ketua Dede Odeng serta Wakil Sekretaris Maya Elvin,
mencoba datang kembali untuk bertemu dengan Komisi II yang diketuai Sompie.(Syaiful jabrig)
From : http://www.pwipwk.blogspot.com
RABU, 1 JULI 2009

4 Tersangka Pengedar Ganja Dibekuk Jajaran Polres Purwakarta

PURWAKARTA-Peredaran daun Ganja di Purwakarta makin menjadi, Satnarkoba Polres Purwakarta membekuk empat tersangka pengedar ganja dua tempat berbeda di Purwakarta, Senin (29/6) malam. dari penangkapan itu polisi berhasil menyita barang bukti berupa ganja 2 paket kecil daun ganja dan 3 linting ganja siap pakai.

Diperoleh keterangan, ke empat tersangka antara lain tiga diantaranya di tangkap di Jalan Taman Makam Pahlawan, Desa Maracang, Kec Babakan Cikao, Purwakarta diantaranya, Ep (22) dan Fe (20), Iw (25), ketiganya warga Purwakarta. dan, seorang tersangka yakni Sya (31), diringkus di Jl Purnawarman Kel Sindangkasih Purwakarta.
Kapolres Purwakarta AKBP Hendro Pandowo melalui Kasat Narkoba AKP Agus Riyadi saat dihubungi, Selasa (30/6) sore membenarkan pihaknya sudah meringkus tersangka pengedar ganja diwilayahnya. “Kami telah meringkus dan dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka selanjutnya akan terus melakukan pengembangan,”terangnya.

Ditambahkanya, tidak menutup kemungkinan akan ada keterlibatan jaringan lain diluar purwakarta, “Dugaan itu mungkin saja, namun hingga saat ini kami terus lakukan pemeriksaan, terkait hal itu, “ Katanya.(Syaiful jabrig)

1-7 09 FPI TELUSURI SARANA IBADAH

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
RABU, 1 JULI 2009

DPW FPI Purwakarta Telusuri Izin Pembangunan Sarana Ibadah



PURWAKARTA-Izin Pembangunan sarana Ibadah bagi umat Kristen seluas kurang lebih 5000 m2 di Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Purwakarta sudah ada dan lengkap, Hal ini di benarkan Camat Bungursari Purwakarta, Saepudin, Senin (29/6). Kepada wartawan Diruang kerjanya. Pembenaran itu menyusul sejumlah prosedur perijinan terkait rencana pembangunan sudah selesai ditempuh selain sesuai dengan aturan.

”Terkait rencana pembangunan tersebut memang benar, semua prosedur sudah lengkap baik dari SK Mentri, Depag, BPMPTSP, pihak desa dan kecamatan termasuk ijin masyarakat setempat sudah ditempuh dan sudah dikaji dari badan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) serta sudah keluarkan rekomendasi, sehingga sudah keluar SK bupati berupa berupa ijin prinsip, ”kata Camat Bungursari Purwakarta, Saepudin.

Menurut camat, dengan lengkapnya sejumlah perijinan tersebut maka rencana pembangunan tempat ibadah dilokasi itu secara otomatis sudah bisa dilegalkan. Pihaknya sebagai aparat pemerintah, tetap akan melakukan kinerja sesuai tupoksi selama semua prosedur kearah itu sudah dilengkapi oleh pihak pelaksana.

”Kalau memang semuanya sudah lengkap kita tetap akan menjalankan hal ini, sedangkan terkait rencana penolakan sejumlah unsur masyarakat kita belum bisa menyimpulkan karena perlu pembuktian,”katanya.

Selanjutnya Ketua Dewan pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Purwakarta, Asep Hamdani, kepada Wartawan ditempat terpisah mengemukakan, pihaknya beserta elemen masyarakat lain secara mendasar tidak keberatan dengan rencana pembangunan gereja di lokasi itu, bahkan ia menegaskan siap membantu bila diperlukan. Kendati demikian, lanjut dia, bila rencana pembangunan tersebut malah membodohi atau menipu maka pihak FPI dan elemen masyarakat lain menandaskan akan menolak rencana tersebut.


”Ada indikasi bila penandatanganan warga setempat yang disodorkan kepihak pemerintah terkesan tidak legal, sementara untuk membuktikan kami masih mengumpulkan data bersama elemen lain termasuk Majelis Mujahiddin Indonesia, Hizbut Tahir Indonesia, dan tokoh masyarakat setempat,”katanya.


Pihak Kami FPI menegaskan dalam hal ini FKUB yang telah merekomendasikan perijinan harus teliti dan tidak sembrono dengan memberikan surat asal-asalan, apalagi dengan alasan untuk kerukunan umat beragama. “Itu sangat keliru dan bisa menjadi pegangan kuat bagi mereka (noni,-red) seharusnya FKUB melihat dulu dilapangan masyarakat mana yang menandatangani. Justru, dari penelusuran kami dilapangan masyarakat yang menandatangani tidak satupun yang tahu bahwa itu untuk pembangunan gereja. Mungkin, ini juga alasan FKUB tidak pernah mengajak FPI dalam segala hal,”katanya.


Dijelaskannya pula, setelah pihaknya bersama unsur elemen lain mengumpulkan bukti-bukti yang cukup nantinya maka pihaknya, kemudian akan langsung menghadap pada Bupati Purwakarta beserta sejumlah unsur masyarakat. “Bila memang kebenarannya diragukan maka dalam waktu dekat setelah bukti bukti kita lampirkan kita akan mendatangi bupati untuk menarik kembali ijin rencana pembangunan tersebut, ”Katanya.(Syaiful Jabrig)

1-7-09 HASIL UNPK BELUM DIKETAHUI

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
RABU, 1 JULI 2009

Hasil UNPK Purwakarta Belum Diketahui

PURWAKARTA-Dinas Pendidikan dan Olah raga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta, hingga saat ini masih belum mendapatkan kabar dari pihak pusat.terkait pengumuman hasil Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C yang belum lama di langsungkan di
Purwakarta. ”Terkait pengumuman hasil ujian Paket C masih belum bisa diketahui, sementara kita masih menunggu informasi dari pusat,”Kata Kabid Pendidikan Informal dan Non formal Purwakarta, Panda Dinata, kepada Wartawan, saat dihubungi, kemarin.
.

Dalam pelaksanaan ujian Paket B dan A tersebut, Panda mengatakan, pihaknya sesuai jadwal akan melangsungkan ujian pada 1 sampai 3 Juli mendatang di masing-masing PKBM di setiap kecamatan. “Pelaksanaan ujian Paket B dan A akan dilangsungkan di masing-masing kecamatan, sebelumnya, sebanyak 432 peserta dari 17 kecamatan se Purwakarta telah mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C 2009 di SMK Negeri Purwakarta, Selasa (23/6). Jumlah peserta ujian didominasi oleh peserta yang drop out dari SMA/SMK sebanyak 50 persen. ,”kata Panda pula.

Selain itu diutarakan juga oleh Panda, jumlah peserta ujian tahun ini bila di prosentasikan, yakni dari DO sebanyak 50 persen, tidak lanjut ke SMP 49,90 pesen, dan tidak lulus ujian sebanyak 0,10 persen. jumlah ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. jadi, jumlah peserta UNPK Paket C di Purwakarta cenderung tidak berubah dibanding tahun lalu, “ulasnya.


”Bagi peserta UNPK yang kedapatan tidak lulus dalam ujian tersebut, pihak Disdik akan memberikan kesempatan untuk para peserta agar mengikuti ujian lanjutan pada tahap dua nanti pada bulan November 2009. “Bila pada tahap kedua nanti masih ada juga yang tidak lulus maka kita akan disarankan untuk mengikuti UNPK tahun selanjutnya, namun kami berharap dalam UNPK kali ini semua peserta tidak ada yang tertinggal, “harapnya.(Laela)

1-7-09 HANI MUSNAHKAN GANJA

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
RABU, 1 JULI 2009

HANI Purwakarta Musnakan : Pistol, Miras, Daun Ganja & Leksotan

PURWAKARTA-Sepucuk senjata api (FN), 3600 botol miras berbagai merk, 5 kg daun ganja dan ribuan butir Pil Leksotan dimusnahkan oleh pihak Jajaran aparat pemerintah kabupaten Purwakarta dalam rangka peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di halaman Pemkab Purwakarta, Senin (29/6). Pemusnahan barang haram dan senjata api barang bukti perampokan disaksikan unsur muspida Kab Purwakarta.


Secara simbolis Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menumpangi kendaraan setum menggilas ribuan botol miras, kemudian bergilir oleh unsur muspida yang hadir diantaranya Wakapolres Purwakarta Kompol Hidayat yang juga selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Purwakarta.

Dalam sambutannya, Bupati Dedi mengingatkan, pemberantasan narkoba tak cukup peran pemerintah saja tetapi perlu bahu-membahu melibatkan seluruh komponen masyarakat.” Terutama peran orang tua dilingkungan keluarga cukup penting untuk menangkal pengaruh narkoba bagi anak-anaknya,” seru Dedi Mulyadi.

Selain itu, dalam memerangi narkoba juga perlu adanya kesadaran kolektif melibatkan seluruh komponen,selain pemerintah, diantaranya lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan disekitar tempat tinggal. Selain itu, lanjut dia, perlu dibangun metode dzikir, untuk menguatkan ketakwaan dan keimanan kita. “ Dengan metode dzikir akan bisa terhindar dari ancaman pemerosotan ahklak dan moral,”tandansya.(Laela)

1-7-09 KPU BIMTEK PPS DAN PPK

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Selasa,1 Juli 2009

KPU Purwakarta Laksanakan Bimtek PPK dan PPS Se Purwakarta


PURWAKARTA-Pemilu Presiden 2009 tinggal 8 Hari lagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta akan lakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan sosialisasi pemilihan Presiden dan wakil presiden jelang pemilihan umum presiden 2009, Pelaksanaan tersebut akan dilangsungkan 2 hari mulai hari rabu (1/7) hingga kamis (2/7) mendatang di Hotel Panorama Pondok Salam kabupaten Purwakarta.

Sebanyak 243 orang peserta yang terdiri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia pemungutan Suara (PPS) dari 17 kecamatan yang ada di Purwakarta, Hal ini dilaksanakan berdasarkan surat KPU Nomor 943/KPU/V/2009 tanggal 28 Mei 2009, perihal penjelasan mengenai bimbingan teknis dan sosialisasi dalam pemilu Presiden dan wakil Presiden. demikian dikatakan ketua KPU Purwakarta Ir. Dadan Komarul Ramdan MT kepada Bedanews saat ditemui diruang kerjanya selasa (29/6).

Adapun materi yang akan diberikan terang Dadan, berdasarkan peraturan-peraturan KPU mulai dari Peraturan KPU No: 29, 30, 32, 39 dan 40 tahun 2009. semua peraturan yang berhunbungan dengan pelaksanaan menjelang pemilu presiden, ”Semua menyangkut tentang pedoman teknis pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara dalam pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2009, termasuk pedoman pelaksanaan sosialisasi informasi pemilu presiden dan wakil presiden,”terangnya.

Selain itu, tambahnya dari peraturan tersebut pedoman teknis pelaksanaan menyangkut rekapitulasi di kecamatan kabupaten hingga Provinsi hingga penetapan hasil pemilu presiden serta penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden, termasuk tentang pedoman pengadaan alat dan kelengkapan lainnya

Dari Bimtek itu juga ada peraturan KPU No 32 tahun 2009 tentang perubahan terhadap peraturan KPU No 10 tahun 2009 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden. Dan semua peserta akan diberikan buku panduan,”pungkas Dadan.(Syaiful jabrig)

29-6-09 KAWIN BAWAH TANGAN MENURUN


From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Senin, 29 Juni 2009

Perkawinan Dibawah Tangan Di Sukatani Terus Menurun

PURWAKARTA- Perkawinan dibawah tangan yang tidak dketahui oleh Kantor Urusan Agama (KUA) diakui terkadang masih ada karena hal tersebut dilakukan dengan cara tertutup. Namun demikian pihak KUA terus memberikan pembinaan terhadap masyarakat tentang pentingnya mencatatkan pernikahan, sebab hal ini disamping bertentangan dengan undang undang juga kawin dibawah tangan itu mengandung resiko tinggi terutama pada pasangan perempuannya. Demikian dikatakan Kepala KUA Sukatani manap Muhtadin Minggu (28/6).

Menurut Manap, Untuk menghilangkan kawin dibawah tangan itu pihak KUA Sukatani terus melakukan pembinaan terhadap masyarakat dengan berbagai upaya diantaranya melalui pembinaan intern melalui Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N), mengoptimalkan Undang Undang nomor 1 nomor 74 tentang perkawinan , melalui khusus calon pengantin , koordinasi tingkat kecamatan dalam minggon dan penyuluhan adalam kegiatan keagaamaan.

Menyinggung masalah tingkat perceraian menurut manap, disukatani dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan “ dengan peningkatan tingkat pendidikan serta pembinaan dari KUA alhamdulillah perceraian mengalami penurunan,”katanya. Seraya mengatakan dengan harapan penceraian itu ditekan seminimal mngkin dengan pola pola pembinaan yang dilakukan oleh KUA baik melalui tokoh maupun secara langsung. ( Endang Yusup )

29-6-09 JATILUHUR DI TUTUP


From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Senin, 29 Juni 2009

Jelang Pilpres Objek Vital Wisata Jatiluhur Ditutup

PURWAKARTA -Objek Wisata yang ditawarkan di kawasan Wisata jatiluhur Purwakarta, terletak dilokasi kawasan Vital, sementara ditutup untuk umum maupun para pelajar. Pasalnya Objek tersebut mendapatkan pengawasan dan pengamanan khusus jelang pilpres mendatang.

Kawasan yang mendapat pengawasan dan pengamanan tersebut diantaranya, objek wisata teknologi bendungan jatiluhur yang menjadi primadona. Sehingga para wisata yang semula dapat melihat secara dekat bagaimana generator turbin bekerja sehingga dapat menghasilkan listrik.

Itun Purwadama Seksi rekreasi Unit Kepariwisataan Perum Jasa Tirta II Purwakarta saat ditemui wartawan mengatakan, penutupan objek wisata yang tergolong Vital tersebut semata-mata untuk menjaga keamanan jelang pilpres sebagai aset milik bangsa,” segala sesuatau bisa terjadi, jelang pilpres maka objek wisata teknologi bendungan jatiluhur yang merupakan objek vital, diperlakukan khusus, maka tidak semua pengunjung dapat memasuki kawasan wisata tersebut setiap saat,” Kata Itun.

Pemberlakukan penutupan tersebut hanya bersifat kondensional, adapun para pengunjung bisa memasuki kawasan itu dengan catatan sebelumnya telah mendapat izin terlebih dahulu dari pihak PJT II, ”Pihak kami dapat menginzinkan apabila sebelumnya memberikan surat pengantar atau keterangan yang ditujukan langsung ke PJT II minimal seminggu sebelum akan melakukan kunjungan, nantinya surat tersebut mendapatkan balasan, boleh atau tidaknya pengunjung memasuki kawasan tersebut,” Ucapnya. .

Walaupun demikian Kawasan tersebut diperlakukan khusus, namun para pengunjung masih tetap bisa menikmati sejumlah lokasi wisata lain yang berada disekitar kawasan wisata danau jatiluhur,” pungkasnya.(laela)

29-6-09 KAPOLRES HADIRI KHITANAN MASSAL


From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Senin, 29 Juni 2009

Kapolres Hadiri Khitanan Massal Di Sukatani

PURWAKARTA -Kapolres Purwakarta AKBP Drs. Hendro Pandowo Msi menghadiri acara Khitanan Massal di Mapolsek Sukatani Minggu (28/6). Khitanan massal ini diadakan dalam rangka menyambut HUT Bhatyangkara ke 63 tingkat mapolsek Sukatani yang didikuti oleh 63 anak sunat.

Kapolres dalam acara tersebut langsung memeberikan spirit baik kepada petugas, anak sunat maupun orang tuanya didalam pelaksanaan sunatan tersebut. Yang dimulai pukul 06.00 WIB .

Selama acara sunatan berlangsung di iringi oleh pembacaan marhabban dan nasyid yang didukung oleh puluhan ulama serta para santri di kawasan kecamatan Sukatani. Hal inipun menunjukkan keharmonisan antara pihak kepolisian dengan para ulama serta tokoh masyarakat setempat.

Kapolsek Sukatani AKP Wahyudin SH mengatakan kegiatan ini merupakan kegitan bakti sosial yang dilaksankan oleh Mapolsek Sukatani yangb bekerjasama dengan rumah sakit Karya Bhakti Bogor dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 63 yang didukung oleh 30 tim medis.

Kegiatan inipun merupakan kedua kalinya yang diadakan di Mapolsek Sukatani pada tahun sebelumnya di snat sebanyak 23 anak. Dan untuk kedepannya diharapkan menjadi agenda rutin tahunan di Mapolsek Sukatani siapapun yang menjadi Kapolseknya. “ saya berharap acara ini menjadi agenda tahunan di Mapolsek Sukatani siapaun nanti yang menjadi kapolseknya,”katanya.

Disebutkan Kapolsek, kegitan yang mendapat dukungan para ulama, tokoh masyarakat serta unsur lainnya di Sukatani ini di khitan sebanyak 63 anak yang merupakan simbol dari HUT Bhayangkatra yang ke 63 tahun. Bagi anaka anak yang disunat pihak panitia menyiapkan uang panyecep, pakaian lengkap sunatan serta obat obatan untuk penyembuhan bekas sunatannya.

Sementara Ketua Panitia H. Adang Rizal mengatakan dengan diadakannya Khitanan massal dikantor polisi ini diharapkan anak anak tidak takut oleh polisi, dan menjadi anak yang berbakti pada orang tuanya.

Camat Sukatani Dodih Hamdani SE dalam sambutannya mengatakan anak anak sunat ini diharapkan menjadi anak-anak yang shaleh serta berguna bagi nusa dan bangsa “ dengan disunatnya di kantor polisi mudah mudahan kalau sudah gede nanti tak berurusan dengan kriminal di kantor polisi,” katanya.( Endang Yusup)

28-6-09 175 ORANG MENYORTIR SURAT SUARA

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Minggu, 28 Juni 2009

175 orang Lakukan Penyortiran Surat Suara

PURWAKARTA -Sekitar 175 orang tenaga penyortir hari ini, Jumat (26/6) mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu Presiden di Kantor KPUD Purwakarta. KPUD Purwakarta menargetkan penyortiran dan pelipatan surat suara sebanyak 611.547 surat suara lembar tersebut harus selesai 3 hari.

Pokja logistik KPUD Purwakarta, Yanto Sugianto, menyebutkan, lembaganya mulai terhitung Jumat ini mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara memakai tenaga penyortir 175 orang yang dipekerjakan dari penduduk bermukim sekitar kantor KPUD dan sebagian tenaga penyortir dibawa petugas PPK di 17 Kecamatan di Kab Purwakarta.”Mereka bekerja mulai pukul 08.00 sampai 21.00 dengan memperoleh upah lipat Rp 50/lembar,” ungkapnya. . di kantor KPU purweakarta Jalan Flamboyan No 60 Purwakarta disela-sela acara Sidak KPU pusat.


Dia memastikan drouping logistik dari KPU Pusat sudah hampir sebagian diterima lembaganya. Surat suara terterima 611.547 sudah termasuk surat suara cadangan 2 persen. Segel dan tinta pemilih sudah cukup. Tinggal alat bantu tuna netra saja yang belum diterima lembaganya. " Kebutuhan alat bantu tuna netra ini disesuaikan dengan banyaknya TPS," terangnya.

Ketua KPUD Purwakarta Dadan K Ramdhan menambahkan, kebutuhan alat bantu tuna netra untuk pemilih di wilayahnya lebih kurang 300 set. “ Ini disebar di 1260 TPS se-Purwakarta," jelasnya.

Ditanya soal surat suara rusak, Yanto mengatakan bahwa belum bisa dipastikan sementara berapa surat suara rusak karena masih dalam penyortiran. " Biasanya baru ketahuan berapa surat suara rusak setelah proses penyortiran selesai nanti. Dari DPT , pada Pilpres mengalami penambahan yang signifikan yakni sebanyak 17.959 orang (3,08 %) menjadi 599.556 orang, pemilih perempuan sebanyak 299.291 dan laki-laki 300.265 orang. Kalau dibandingkan DPT Pileg lalu hanya 581.597 orang pemilih. (Syaiful jabrig)

28-6-09 KEHARMONISAN PEMERINTAH DAN KPU

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Minggu, 28 Juni 2009

Jangan Anggap Macam-macam Keharmonisan Pemerintah Dan KPU



PURWAKARTA -Jangan diartikan macam-macam adanya keharmonisan antara komisi pemilihan Imum (KPU), dan Pemerintah daerah Terkait keharmonisan tersebut sehingga tak menimbulkan kecurigaan antara penyelenggara pemilu baik di daerah ataupun di tingkat pusat dengan pemerintah. Tapi hubungan baik ini, semata-mata demi kerjasama dalam mensukseskan pelaksanaan pemilu yang merupakan amanat Undang-Undang. Hal itu ditegaskan Anggota KPU Pusat, Prof. Dr. Syamsul Bahri kepada sejumlah wartawan saat melakukan jumpa presnya, usai kunjungan Supervisi ke Kantor KPUD Purwakarta, Jumat (26/6) siang kemarin.

Dikatakan Syamsul, anggapan hubungan baik antara KPU pusat ataupun daerah, jangan langsung diartikan yang tidak baik. Tapi sebaliknya, hubungan baik itu akan lebih mempermudah adanya bantuan di luar KPUD untuk kelancaran proses pemilihan umum di daerah. "Kedatangan kami bersama dengan Bupati ini agar tidak ada anggapan miring. Apalagi, anggapan itu kalau KPU bisa diintervensi. Tapi ini semata-mata untuk menyukseskan pelaksanaan pemilu di pusat maupun di daerah,” kata Syamsul Bahri.

Bahkan adanya tudingan jika KPU telah mempermainkan daftar pemilih tetap (DPT) yang bisa menguntungkan salah satu pihak. Dijelaskannya, tudingan itu pun tidak berasalan. Sebab jika hal ini, dilakukan malah yang menanggung rugi adalah KPU karena untuk melakukan hal itu memerlukan biaya tinggi. "Kalau kita saling mencurigai KPU ada dibelakang kacaunya DPT sangat tidak masuk akal. Sebab, sebagai wasit dalam pelaksanaan proses demokrasi di negara ini KPU meski menjunjung tinggi independensi," tambahnya.

Saat melakukan kunjungan ke KPUD Purwakarta, Syamsul Bahri mengakui menumpuknya kertas suara pada pemilihan legislatif di gudang-gudang yang ada di kantor KPUD harus disikapi oleh semua pihak karena menjadi persoalan dimana kondisi gudang yang ada banyak yang tidak mampu menampung sisa kertas suara yang ada. Sisa kertas suara yang ada itu perlu dibagaimanakan harus dicarikan solusinya, jangan sampai seperti yang terjadi pada pemilu sebelumnya dimana ada KPUD yang menjual sisa kertas suara menjadi persoalan bahkan sampai diproses secara hukum,” ungkapnya.

Sedangkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang turut mendampingi kunjungan anggota KPU pusat ke kantor KPUD Purwakarta mengatakan upaya untuk tidak selalu menekankan anggaran seluruhnya kepada KPU untuk melaksanakan pemilihan umum harus menjadi program pemerintah, seperti yang pernah terjadi di Purwakarta pada saat terjadinya hambatan pengadaan bilik suara. Untuk mengadakan bilik suara yang menjadi kendala, pemerintah daerah mengeluarkan edaran kepada perangkat paling bawah dan masyarakat untuk membantu ketidakmampuan KPUD dalam mengadakan bilik suara. Alhamdulillah dari dengan adanya partisipasi masyarakat persoalan bilik suara di Purwakarta dapat diatasi,” ujar Dedi Mulyadi
.
Sementara itu, Ketua KPUD Purwakarta Dadan Kamarul Ramdan melaporkan bahwa jumlah pemilih (DPT) Pilpres di Purwakarta mengalami peningkatan 2,7% dibandingkan jumlah pemilih pada pemilu legislatif yang mencapai 581.156 orang.
Menjelang pelaksanaan Pilpres yang tinggal beberapa hari ini, Dadan mengatakan logistik untuk pilpres di Kabupaten Purwakarta sudah hampir sebagian besar sudah diterimanya kecuali sampul dan tanda pengenal KPPS. Sedangkan untuk sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan. (Syaiful jabrig)

28-6-09 PEMILU CUKUP KTP

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Minggu, 28 Juni 2009

Bupati Purwakarta: Pemilu Kedepan Pemilih Cukup Gunakan KTP


PURWAKARTA***

PURWAKARTA -Tolak ukur pemilih kedepan ditentukan berdasarkan kepemilikan KTP, Sehingga tak ada lagi sengketa Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan tak ada pemutakhiran DPT yang menelan high cost. hal ini di paparkan Bupati Purwakarta H.Dedi Mulyadi SH sebagai usulan secara langsung didepan para wartawan elektronik dan sejumlah media cetak diaula Komisi pemilihan Umum (KPU) purwakarta saat mendampingi ketua KPU Purwakarta dalam sidak supervise Anggota KPU Pusat pada hari jumat (26/6)

Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kerap menimbulkan polemik dalam pendataanya, tampaknya menjadi sorotan Bupati Purwakarta “Sehingga kedepan para pemilih cukup memperlihatkan KTP kepada panitia. Jadi KPU juga tidak perlu menganggarkan biaya untuk pengadaan kartu pemilih dan masyarakat tidak akan ada yang komplain belum mendapatkan kartu pemilih karena tidak terdata,”ungkap Dedi .

Menurutnya, kontroversi seputar DPT kerap menimbulkan polemik permasalahan jelang ataupun paska dalam setiap pelaksanaannya, seperti pemilihan Legislatif lalu. Bahkan persoalan ini dinilainya cukup rentan akan kepentingan politik dari pihak yang menyatakan tidak puas atas hasil keputusan akhir dalam pemilihan. “Apalagi saat ini, hampir semua kabupaten telah menerapkan sistem kependudukan online, sehingga ini pun dapat memudahkan untuk mengaksesnya,”tandasnya.

Kata Dedi, penggunaan IT dalam sengketa DPT akan dapat dipastikan selalu terjadi karena sistem proses validasi data pemilih yang menggunakan sistem ini di mungkinkan akan selalu ada kendala. Sehingga alangkah baiknya, pendataan DPT itu dilakukan oleh petugas dari pemerintah daerah yang nantinya bisa di akses oleh KPUD. “Kemungkinan itu akan ada, sebab penyebab human eror dipastikan juga terjadi karena melalui proses pengetikan ulang atau data entri. Apalagi, data entri jumlah hak pilih bisa mencapai hinga ratusan ribu atau bahkan jutaan pemilih,”tambahnya,

selanjutnya kata Dedi, standar validasi DPT juga sebenarnya bisa mengacu atau dilihat dari data pemilih Pilkades. Dalam setiap pemilihan ini, pihak desa akan selalu mendata keakuratannya dari setiap masyarakatnya. Selain keterlibatan pemilih dipastikan akan lebih tinggi untuk datang ke TPS. "Yang terpenting juga yaitu, anggaran yang dikeluarkan pihak penyelnggara tidak akan terlalu besar,"katanya.

Untuk itu, sudah saatnya masyarakat diberdayakan. Pemerintah, tinggal menyalurkan dananya kepada masyarakat. Dan masyarakat yang akan mengelolanya. Seperti halnya pembuatan bilik suara yang dipastikan pada Pilpres ini kembali menggunakan bilik swadaya. "Efisiensi anggaran juga bisa dilakukan dengan penghilangan kartu pemilih dan kartu undangan pemilih. Masyarakat yang tidak terdata, cukup memperlihatkan KTP saja,”tukasnya. (Syaiful jabrig)

28-6-09 KPU PUSAT SIDAK KE PURWAKARTA


From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Minggu, 28 Juni 2009



PURWAKARTA -Prof.DR.Ir. Syamsul Bahri, MS anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat melakukan Sidak ke KPU Purwakarta. Kedatangan kali ini melihat secara dekat kesiapan-kesiapan KPU di daerah menjelang pemilu presiden 2009 yang tinggal hitungan jari. bersama tersebut didampingi oleh wakil kepala biro humas KPU pusat Syafriady.

Dalam keterangan pres nya Syamsul dihadapan para wartawan elektronik dan media cetak diruang aula KPU purwakarta pada Jumat (26/6) menyikapi adanya spanduk sosialisasi pilpres yang berkembang di masyarakat seperti yang terjadi di lampung menurut Kubu SBY-Boediono merasa tidak diuntungkan dengan adanya spanduk sosialisasi pilpres di Lampung yang menunjukkan tanda contreng pada calon nomor 2. Sebab di kolom capres-cawapres tidak terdapat gambar maupun nomor urut, ”Hal itu terjadi serta dilakukan tidak ada niat apapun tertuju kepada salah satu calon dalam pemilu yang kan datang,”jelasnya.

“Lagi pula beredarnya spanduk tersebut para peserta Pemilu, yaitu calon presiden dan wakil presiden saat itu belum dilakukan pengundian Nomor peserta. Karena sejak sebelum bulan Mei 2009 kemarin. Spanduk itu adalah buatan KPU. karena itu pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke KPU apakah akan menariknya dari peredaran atau tidak, karena itu sepenuhnya buatan KPU,” ujarnya.

Lain dari pada itu tambah Syamsul ia meminta kepada seluruh KPU yang ada agar secara transparan melakukan publikasi terhadap publik. sehingga tidak memunculkan kecurigaan satu sama lain.

Dukungan yang baik serta kerjasama dengan pihak pemerintah kabupaten Syamsul juga menilai respon baik dengan hadirnya kepala pemerintahan Kabupaten Purwakarta Bupati H. Dedi Mulyadi SH dalam kesempatan tersebut, “Boleh minta dukungan namun jangan bentuk uang,” katanya.

Selain itu juga ia prihatin dengan kondisi gudang dan harus dipikirkan kedepan setelah melihat kenyataan yang terjadi terhadap Gudang KPU temapt penyimpanan berkas-berkas pemilu di purwakarta yang tertumpuk didalam gudang secara terbuka, hingga mencapai 8000 ton,” kedepan gudang penyimpanan berkas di KPU harus tidak seperti ini lagi, sehingga hal yang sulit dapat menjadi muda,” jelasnya Syamsul.

Sidak ke KPU purwakarta hanya berlansung sekitar sejam. kedatangan sekira pukul 14.00 wib berserta rombongan menggunakan Bus tersebut selanjutnya melanjutkan sidak ke KPU kabupaten Subang.

Disela-sela Sidak anggota KPU purwakarta Devisi Logistik, Ir. Yanto Sugianto mengaku hingga saat ini KPU Purwakarta belum menerima alat Bantu untuk pemilih tuna netra yaitu ‘Template’.” Semua kebutuhan keperluar dilogistik terpenuhi, hanya tempalate yang belum ada,” papanya.

Sebelumnya saat sidak ke lokasi kantor KPU purwakarta, anggota KPU Pusat Prof.DR.Ir. Syamsul Bahri, MS dan rombongan sempat mengecek keberadaan kantor KPU, Gudang penyimpanan berkas serta melakukan bincang-bincang dengan para operator penyoltir surat suara, dan pada saat kunjungan bertepatan dengan KPU Purwakarta melakukan penyortiran pelipatan surat suara.

Pengecekan tersebut di dampingi oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, SH, Ketua KPU Purwakarta Ir. Dadan Komarul Ramdan, MT serta anggto KPU Purwakarta lainya, Asep Fakar, SH, Ir. Yanto Sugianto, Deni Ahmad Haidar, RMA.Said Widodo. Ag serta Seketariat KPU purwakarta Drs. Karlan. dan staf. (Syaiful Jabrig )

26-6-09 PEMELIHARAAN SUNGAI DIPERTANYAKAN

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Jumat, 26 Juni 2009

PEMELIHARAAN SUNGAI DIPERTANYAKAN

PURWAKARTA-Perum Jasa Tirta II (PJT) sebagai institusi yang mempunyai kewenangan akan pemeliharaan itu dituding tidak maksimal melakukan pemeliharaan aliran sungai. Hal ini menjadi pertanyaan dari Badan Lingkungan Hidup Purwakarta atas pemeliharaan yang dilakukan selama ini terkait sejumlah aliran sungai di Purwakarta.

Hingga saat ini masih banyak Aliran sungai yang diduga tidak terpelihara sebagaimana mestinya. dari pantauan Badan Lingkungan Hidup Purwakarta sejumlah aliran sungai yang tidak terpelihara tersebut diantaranya seperti Sungai Cikao, Sungai Cimunjul, dan Sungai Ciherang. Hal ini dikatakan Kabid Informasi dan kemitraan Badan Lingkungan Hidup purwakarta, Ade Abu Hanifah,kepada Wartawan, Kamis (25/6).

Sehingga akibat hal itu tidak menutup kemungkinan bila aliran-aliran sungai tersebut sudah terjadi sedimentasi yang lebih parah karena, minimnya perawatan, “Hampir semua aliran sungai di Purwakarta yang bermuara ke Waduk Jatiluhur kondisinya tidak terpelihara. Bila dibiarkan, dikhawatirkan ini bisa mempengaruhi ekosistem mahluk hidup di aliran sungai. Selain itu akan menimbulkan sedimentasi yang lebih parah,”terangnya.

Untuk itu tambah Ade, adalah bijak bila pihak bersangkutan bisa lebih memperhatikan dan perhatian terhadap kondisi tersebut, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan sedemikian rupa dapat diminimalisir segera,” Selama ini belum ada kerjasama antara pihak PJT dengan pihak Pemkab untuk menggalang koordinasi kearah itu. Malah sebaliknya, pihak Pemkab yang justru lebih kooperatif melakukan pemeliharaan aliran sungai, meski pada dasarnya kewenangan pemeliharaan berada di pihak PJT,”kata Ade pula.

Sedangkan pihak Pemkab melalui Badan Lingkungan Hidup belum lama ini sudah melakukan proyek kali bersih menuju Purwakarta Berseka di sejumlah aliran sungai di Purwakarta. Atas dasar itu, lanjut Ade, kepada pihak PJT II dihimbau untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab dalam upaya melakukan pemeliharaan dan penyelamatan serta kebersihan sungai. “Mengingat kondisi ini sudah dibiarkan selama puluhan tahun pihak PJT sebaiknya segera kooperatif untuk mewujudkan peyelamatan dan kebersihan sungai. Kami khawatir bila ini dibiarkan akan membawa dampak yang lebih buruk dikemudian hari,"katanya.


Disinggung mengenai kemungkinan dugaan adanya pengendapan biaya pemeliharaan, Ade tidak berkomentar. “Saya tidak tahu apakah yang terjadi seperti itu, itu bukan kewenangan kami. Silahkan, tanya saja ke pihak PJT. Hanya saja, yang jadi permasalahan dalam hal minimnya pemeliharaan aliran sungai apakah karena PJT pura-pura tidak tahu atau bagaimana ?,”tanya dia.(Syaiful jabrig)

26-6-09 ATRIBUT KAMPANYE DITURUNKAN


From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Jumat ,26 Juni 2009

PULUHAN ATRIBUT KAMPANYE DITURUNKAN

PURWAKARTA-Puluhan Atribut kampanye diturunkan paksa oleh Panwascam Kecamatan Purwakarta, masing masing sepanjangan jalan di ruas jalan protokol Purwakarta, pada Kamis (25/6). Hal itu dilakukan sesuai SK Bupati No.272/Kep 357-Kesbang Polinmas/2009, yang menyatakan larangan pemasangan atribut kampanye di ruas jalan protokol.

Pantauan dilapangan, penurunan paksa atribut kampanye tersebut di lakukan dengan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Purwakarta. gelar penurunan atribut dilakukan seperti di Jl. Sudirman, Jl. Veteran, Jl. Gandanegara, dan Jl. RE.Martadinata. dalamkota Purwakarta.

"Dari jauh hari kami sudah himbau sehingga hari ini pihak kami melakukan penurunkan atribut kampanye, karena pemasangan atribut telah menyalahi aturan yang sudah ditetapkan. melalui SK Bupati tentang larangan pemasangan atribut di ruas jalan protokol, ”kata Ketua Panwascam Purwakarta, Tjimplung Muhammad Diharjo, usai penurunan atribut kampanye kepada sejumlah wartawan.

Ditambahkanya, larangan pemasangan atribut yang tertuang dalam SK Bupati merupakan bagian dari upaya pertimbangan akan etika, estetika, kebersihan dan keindahan kota dalam pelaksanaan kampanye Pilpres 2009. Sehingga, pemasangan alat peraga/atribut kampanye yang tak mengacu pada hal itu akan ditertibkan.

“Menindaklanjuti ketentuan pasal 66 UU 42 2008 tentang Pilpres bahwa pemasangan alat peraga kampanye oleh pelaksana kampanye harus mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan dan keindahan kota,”ujarnya.

Terkait penurunan alat peraga itu tambah Tjimplung pula, pihaknya seminggu sebelum pelaksanaan sudah memberikan himbauan kepada semua pihak tim sukses agar atribut yang terpasang di sejumlah ruas jalan itu bisa ditertibkan. “Sebelumnya himbauan untuk menurunkan atribut sudah kita lakukan pada semua tim sukses,”katanya.
Selanjutnya, Tjimplung menyatakan bila memang kedapatan pihak yang bersangkutan mengajukan permohonan untuk mengambil kembali alat peraga kampanye yang ditertibkan pihaknya akan mengembalikan. Selama ada ajuan permohonan kepihaknya atribut yang telah ditertibkan ini akan kembalikan,”pungkas Tjimplung.(laela)

26-6-09 KPU SELESAIIKAN KELENGKAPAN LOG

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu, 20 Juni 2009

KPU SELESAIKAN KELENGKAPAN LOGISTIK

PURWAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten purwakarta menyelesaikan Kelengkapan Logistik jelang Pilpres 8 juli mendatang yang tinggal 13 hari lagi, logistic-logistik yang didatangkan dari KPU pusat dan provinsi yang hingga saat ini tersisa hanya menunggu kedatangan amplok dan pormulir.

Anggota KPU purwakarta devisi logistik Ir. Yanto Sugianto kepada bedanews kamis (25/6) mengatakan, kebutuhan logistik yang hingga sekarang ini telah diselesaikan di KPU purwakarta semuanya memenuhi Target, ”Semua kebutuhan logistik peruntukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 17 kecamatan telah berangsur-sngsur diselesaikan. hanya saja logistik ampok dan pormulir belum diterima KPU,”Terangnya.

Ditambahkan Yanto, menurut rencana Jumat besok 26 juni KPU propinsi akan megirim logistik amplok dan pormulir, “Kami telah lakukan koordinasi dengan KPU propinsi besok logistik tersebut akan dikirim,” tuturnya.

Selanjutnya menyangkut hal itu diamini oleh ketua Ketua KPU purwakarta Ir Dadan Komarul Ramdan ia pun menambahkan, berdasarkan jadwal di KPU Purwakarta pihaknya akan melakukan penyortiran surat suara, bila semua kebutuhan logistik telah terpenuhi sebagaimana kebutuhan di tiap-tiap TPS di purwakarta akan dilakukan pendistribusian ke Kecamatan,” katanya.

Adapun pendistribusian logistik tersebut berdasarkan jadwal pada tanggal 2-4 juli pendistribusian dari KPU ke Kecamatan-kecamatan. Tanggal 6-Juli pendistribusian dari panitia pemilihan kecamatan (PPK) ke panitia pemungutan suara (PPS) selanjutnya tanggal 7- Juli didistribusikan ke masing-masing TPS,” pungkas Dadan. (Syaiful jabrig)

26-6-09 SDN BENTENG BUTUH RUANG KELAS


From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Jumat,26 Juni 2009

Menghadapi Ajaran Baru
SDN Benteng Butuh Ruang Kelas Baru

Foto tampak Kepala SDN Benteng Aga Asmaga (Kanan) memberikan hasiah kepada juara kelas didampingi Kades Benteng Surja, saat Kenaikan Kelas dan Perpisahan Kelas Enam. Agus/Madina

PURWAKARTA- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Benteng Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta merupakan salahsatu Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN) yang saat ini masih terkendala masalah ruang rombongan belajar (Rombel) yang hanya memiliki enam ruang kelas.

“sebagaimana salahsatu syarat sekolah RSSN minimal dalam setiap kelas berdasarkan aturan 28 orang dan menurut peraturan Bupati 32 orang. Ini menjadi kendala bagi kami bagaimana untuk Tahun ajaran baru nanti untuk menampung siswa baru” jelas Aga Asmara Kepala SDN Benteng saat Kenaikan Kelas dan Perpisahan kelas enam Tahun Ajaran 2008/2009, di Halaman SDN Benteng, Kamis pekan lalu.

RSSN ini, lanjut Aga, untuk dilanjutkan menjadi SSN dipantau selama tiga tahun apakan sekolah tersebut layak untuk menjadi SSN atau tidak. “masalah ruang kelas merupakan hal yang mutlak untuk diadakan sebab dengan tersedianya ruang kelas bagi guru sendiri akan lebih ringan dibandingkan dengan diadakannya kelas pagi dan sore” terang Aga.

“selain masalah lelahnya guru dengan adanya kelas pagi dan sore, di lingkungan SDN Bentang muridnya mengikuti sekolah siang dengan mengikuti belajar Madrasah Diniyah sehingga ini menjadi pertimbangan dengan adanya sekolah siang. Jadi solusi terbaik denga adanya bangunan kelas baru merupakan jawaban yang paling tepat. Adapun untuk tekhnis pendanaan kami serahkan kepada pemerintah dan masyarakat” harap Aga.
“dalam setiap penerimaan ajaran baru SDN Benteng tidak kurang dari 50 sampai 60 orang menerima siswa sehingga minimal dua ruang dalam setiap tingkatan kelasnya” jelas Aga lagi.

Kepala Desa Benteng Surja mengatakan, dengan dijadikannya SDN Benteng sebagai RSSN merupakan kebanggaan tersendiri bagi Desa Benteng. “kami sepenuhnya mendukung segala program yang dilakukan masyarakat yang bermanfaat untuk kepentingan bersama. Apalagi yang berhubungan dengan pendidikan kami sangat mendukung sekali. Adapun masalah kurangnya sarana kelas sebagai penunjang suksesnya pendidikan bisa kita bicarakan bersama, baik diajukan kepada pemerintah maupun dengan masyarakat karena ini memang betul-betul untuk kepentingan generasi kita di masa yang akan datang” jelas Surja.
Selain itu kami menghimbau, lanjut Surja, kepada orang tua murid untuk betul-betul memperhatikan anak-anaknya dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “dengan memberikan ilmu melalui pendidikan kepada anak-anaknya berarti orang tua telah memberikan bekal kepada anaknya dalam melanjutkan kehidupan untuk menyongsong masa depan yang suskses” harap Surja.

Saat ini masalah ijazah merupakan legalitas formal yang sangat penting untuk mendapatkan penghidupan yang layak, diantaranya dengan melamar pekerjaan ke pabrik saja minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) ataua sederajat, apalagi bagi pria apabila ijazah dibawah itu sangat sulit bahkan tidak mungkin.

Diera globalisasi ini pendidikan merupakan bagian yang tak mungkin dipisahkan dalam kehidupan, karena pendidikan akan menentukan apakah orang sukses atau tidaknya tergantung dari pendidikannya, baik itu pendidikan umum maupun pendidikan agama. Dan pemerintah sendiri sangat memperhatikan masalah pendidikan, diantaranya dengan mengucu rkannya dana pendidikan melalui Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN) sebesar 20 persen. Dengan adanya perhatian tersebut pendidikan sudah menjadi bagian penting untuk dinikmati masyarakat walaupun masih dinilai sebagian kalangan pendidikan di Indonesia memang cukup mahal. (as).

28-6-09 PNPM MANDIRI


From : http://www.pwipwk.blogspot.com
JUmat, 26 Juni 2009

dari PNPM Mandiri Perdesaan
Seluruh Kecamatan Penerima Program
Telah Lakukan Sosialisasi

Foto tampak (depan dari kiri) Anggota Satker Diwa Sugiarto SH, Camat Campaka H Kusnadi SH, Fasilitator Kecamatan Yeni, dihadapan peserta forum saat MAD Sosialisasi di Kecamatan Campaka. Agus/Madina

PURWAKARTA- : Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kabupaten Purwakarta Tahun 2009 dari 16 kecamatan yang menerima program ini hampir seluruhnya telah melaksanakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Sosialisasi.
Salahsatunya di Kecamatan Campaka yang merupakan kecamatan yang baru mendapatkan program ini selain melaksanakan MAD Sosialisasi juga pelaksanaan pemilihan pengurus Unit Pengelola Kegiatan (UPK) oleh forum yang seminggu sebelumnya telah diuji tulis, wawancara dan tes komputer oleh Fasilitator Kabupaten.

”ini disengaja agar dalam pemilihan pengurus UPK ini lebih terbuka yang merupakan pilihan masyarakat. Namun demikian kita juga memiliki penilaian tersendiri dari hasil tes, lalu kita serahkan kepada masyarakat dalam MAD dan setelah digabungkan penilaian siapa yang memang pantas” jelas Ir H Dedi Kusnadi Faskab PNPM Mandiri Perdesaan Purwakarta.

Diwa Sugiarto SH Anggota Satuan Kerja (Satker) PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Purwakarta menjelaskan, Tahun 2009 ini Kabupaten Purwakarta dari 17 kecamatan yang ada telah menerima program, 16 diantaranya menerima PNPM Mandiri Perdesaan. ”mudah-mudahan ini menjadi modal masyarakat Purwakarta khususnya untuk lebih mandiri dalam menjalankan roda perekonomian sehingga secara langsung maupun tidak, dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat” terang Diwa.

Camat Kecamatan Campaka H Kusnadi SH mengungkapkan rasa sukur dengan diberikannya Kecamatan Campaka program ini dan mudah-mudahan sukses sebagaimana harapan semuanya. ”diharapkan kepada pengurus maupun masyarakat campaka dengan adanya program ini dimanfaatkan semaksimal mungkin agar kedepan berkembang. Dan yang paling penting rasa memiliki program ini lebih ditanamkan selain itu dalam pelaksanaannya betul-betul menyentuh masyarakat yang memang membutuhkan sehingga tepat sasaran” harap Camat.

Kecamatan Campaka merupakan salahsatu kecamatan yang kompleksitas penduduknya cukup tinggi, karena wilayahnya merupakan zona industri sehingga banyak warga penduduknya sebagai pendatang. Permasalahan ekonomi menjadi bagian untuk dicari solusinya. Keberadaan lapangan pekerjaan dengan berdirinya pabrik-pabrik tidak seluruhnya dapat mengurangi permasalahan ekonomi. Dengan adanya PNPM Mandiri Perdesaan ini melalui pengelolaan yang baik tentunya menjadi pengharapan bagi semua pihak untuk terus berjalannya program sehingga dapat menanamkan kemandirian di masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. (as).

26 -6-09 BAKSOS MUSPIKA MANIIS

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Kamis,26 Juni 2009

Muspika Maniis gelar Baksos

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun bayangkara ke 63 dan menyambut hari jadi Kabupaten Purwakarta ke 168 Muspika Maniis mengadakan Bakti sosial dengan cara meningkatkan K3. yang dimulai bersih bersih dari halaman Mapolsek Maniis dan yang akan berahir sampai sanghiyang {Intek) jalan cirata Desa Cijati Selasa (24/6).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama Muspika maniis yung terdiri dari Polsek yang dipimpin Kapolsek Akp Rd.Asep Djaka dan Anggotadan Danpos Koramil Serma Ahmad Hidayat dan anggota Camat Maniis Drs Mu,min S,Sos bersama jajaranya yang dibantu aparatur Pemerintah Desa Sinargalih juga warga masyarakat lainya.

“Kerja sama ini tidak hanya untuk kegiatan peningkatan keberesihan saja,kami selalu kerjasama dalam bidang keamanan dan ketertiban untuk meng-antisipasi terjadinya tindak kriminal dan untuk menekan adanya penyakit masyarakat diwilayah kami.Begitu juga keterlibatan masyarakat dari kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Potensi masyarakat(Potmas) yang ada khususnya diwilayah maniis.
Kata Kapolsek Asep Djaka ketika ia sedang bersih bersih dihalaman Mapolsek maniis kmarin.

hal serupa di hamini oleh ketua II panitia hari jadi Purwakarta Kecamatan Maniis Kasi Ekbang Asep Rahman SH. kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan purwakarta bersih dan berseka. Karena kegiatan ini merupakan persiapan untuk acara puncak pada awal juli nanti pungkas asep.(Dede S)

22-6-09 TOPAN CARI UANG RAKYAT YANG HILANG

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu, 22 Juni 2009

Topan RI Mencari Uang Rakyat Yang Hilang
17 Kecamatan Akan Terbentuk

PURWAKARTA-LSM Team Operasional Penyelamat Asset Negara (Topan RI) daerah Purwakarta akan bentuk 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta. Hal ini dikatakan Presiden Eksekutif Wawan Ridwan DPD Topan RI kepada bedanews usai melakukan rapat konsulidasi pada jumat (19/6) di gang Beringin Nagri kaler purwakarta.

Menurut Wawan rapat kali ini sebenarnya rapat evaluasi yang sering dilakukan setiapa bulan selain melakukan resufle pengurus. Namun kali ini lain dari biasanya selain itu merancang program baru kedepan, juga dihadiri oleh 5 perwakilan dari kecamatan yang ada di Purwakarta.

Dalam rapat tadi usulan yang diajukan oleh 5 kecamatan tersebut mencapai kesepakatan untuk pembentukan Cabang di 17 kecamatan,” Respon yang luar biasa dari perwakilan yang akan membentuk cabang di tiap-tiap kecamatan tersebut, pihak kami akan segera merekumendasi pembentukan Cabang Topan RI tidak menutup kemungkinan dari cabang ini mengakar dan akan membentuk perwakilan Ranting,”terang wawan.

Sementara itu disela-sela usai rapat Dewan Pembina DPD Topan RI Purwakarta H. Saipudin Zukhri menambahkan, menyambut baik perwakilan yang akan membentuk cabang di kecamatan purwakarta, Respon baik ini bukti nyata yang telah dilakukan di Purwakarta, selama ini pihaknya hanya mengingatkan dan kontrol dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan Aset pemerintah. Sehingga dalam menjalankan kebijakan pihak pemerintah harus menjalankan tidak keluar dari jalur, baik itu aset berupa benda dan manusianya sendiri,”Tegas dewan Pembina yang akrab disapa Diding.

”Selama ini Topan RI dalam menjalankan kontolnya berdasarkan temuan dan fakta dilapangan, kalau pun orang menganggap Topan mencari uang itu benar, tapi uang rakyat yang hilang dan dipulangkan kembali terhadap rakyat,” pungkasnya

Sementara Misbahudin salah seorang perwakilan yang hadir dan akan membentuk cabang di kecamatan Sukatani. mengaku selama ini kami telah mendengar nama topan di Purwakarta. sepak terjang yang dilakukan telah membawa kami dikecamatan untuk ikut membentuk cabang Topan. Karena, tidak hanya di kabupaten saja kontol pemerintah dilakukan. Namun, ditingkat kecamatan hingga Desa lebih perlu untuk di sikapi. ”Bukan sedikit ditingkat Kecamatan dan Desa adanya perlakuan oknum pejabat memakan uang rakyat,”ungkapnya.(Syaiful jabrig)

22-6-09 MEGA-PRABOWO TAK HADIR

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu, 22 Juni 2009

Masa Antusias Walaupun Pasangan Mega-Prabowo Tidak Hadir

PURWAKARTA -Masa tak terduga banjiri Purwakarta dalam acara jalan santai yang dilaksanakan oleh DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuanagan (PDIP) Purwakarta yang dilaksanakan sabtu (20/6). kali ini Taman wisata Situ Buleud Purwakarta ratusan simpatisan, kader dan pengurus Pengusung Partai Koalisi Pasangan Calon Presiden PDIP dan Garindra membajiri tempat tersebut.

Semula direncanakan dalam acara tersebut dihadiri oleh Pasangan Capres Cawapres dalam pemilu presiden 2009 mendatang yaitu Prabowo. Pasangan Presiden Megawati-Prabowo. Walaupun tidak dihadiri oleh Calon Pasangan tersebut tampak Antusias dari masa PDIP Purwakarta tetap membanjiri arena taman.

Rahadi Zakaria S.Ip.MH salah seorang Caleg terpilih mewakili Dapil 7 duduk di DPR RI yang dalam kesempatan tersebut kepada bedanews mengaku, kehadiran masa PDI P berdasarkan kesadaran terbukti dari sejak pagi usai melakukan jalan santai tetap setia menunggu kehadiran Calon pasangan Presiden acara tersebut diselingi denagn pembagian Door prise dan dialog.” Hal ini diluar dugaan kami selaku tamu yang ikut mendapat undangan hadir di Purwakarta merasa optimis,”terangnya.

Sebelumnya Rahadi juga menyempatkan berdialog dengan Caim, salah seorang tukang Ojek asal plered. Dalam dialog tersebut Caim, meminta apabila pasangan Persiden dimenangkan oleh Pasangan Megawati Soekarno Putri- Prabowo. Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Sembako mohon diturunkan. Respon itu selanjutnya dicatat dan akan menjadi bahan laporan. ”Ini bukti nyata yang keluar dari suara hati nurani masyarakan kecil, ”tambah Rahadi didamingi Acep Maman ketua Tim kampanye Mega-Prabowo.

Selanjutnya Ketua Panitia Dedi Herawan, disinggung kehadiran pasangan Calon Presiden mengatakan, dalam waktu singkat selama 2 hari pihaknya telah melakukan komunikasi dengan maksimal. Namun, terbentur bertepatan dengan jadwal kampanye kunjungan di 4 kota lain dilakukan oleh pasangan calon presiden.

Selain itu tambah Dedi, sebenarnya hari ini juga akan hadir Puan Maharani dan Diah Pitaloka (Oneng) kontak terakhir tak dapat hadir dikarenakan ikut dalam sapari kampanye pasangan calon Presiden, ”Walaupun ketidak hadiran, dengan kegiatan ini kami merasa optimis pasangan Calon presiden Mega-Prabowo akan menang dalam pemilu mendatang,”katanya.(Laela)

22-6-09 BOEDIONO CURHAT

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu, 22 Juni 2009

Boediono Kunjungi Curhat langsung dari Petani Teh

PURWAKARTA-Pasangan calon presiden Boediono mengunjungi petani Teh di desa Neglasari Kecamatan Darangdan Purwakarta sabtu (20/6) dalam kunjungan langsung di tempat kerja para pemetik Teh ini Boediono yang mengenakan kemeja batik coklat secara langsung melakukan curhat kepada para petani.

Dari sekitar tiga puluhan petani yang sedang memanen pada luas kebun sekitar 34 hektar itu. salah seorang petani Abun (40) seara langsung mengatakan agar pemerinta kelak dapat menaikan harga the yang mereka rasakan belum stabil, "Kami ingin harga teh dinaikkan, 1 kg nya Rp 500, pak, karena dengan hasil Rp 6000,- per hari dari hasil panen sebanyak 20 Kg. dirinya belum dapat menyekolahkan anaknya walaupun sekarang terdapat sekolah gratis,”ujarnya.

Karena tambah Abun hasil yang didapat perhasi tersebut hanya buat makan saja belaum kebutuhan laian apalagi mau menyekolahkkan anak,” Tidak ada biaya permintaan banyak sekolah gratis tapi perlu ongkos lainya seperti beli baju dan lainya,” terang curahan hatinya dihadapan Boediono.

Selanjutnya ditempat yang sama, Gito Pemilik perkebunan menjelaskan, dari harga tersebut berbanding lurus dengan harga beli teh di pasaran yang tidak mengalami peningkatan dari tahun 1990. “Kendala harga dari tahun 1990 masih rendah, hingga sekarang sedangkan biaya produksi tinggi, “jelasnya.

Sementara itu, Boediono yang dicurhati menyatakan ke depannya akan lebih memperhatikan kondisi petani teh. “Kami akan mencoba akan memperbaiki nasib petani teh,” ujar cawapres dihadapan para wartawan yang hadir (Syaiful jabrig)

20-6-09 GAJI KE-13 AKAN SEGERA CAIR

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu, 20 Juni 2009

GAJI KE-13 AKAN SEGERA CAIR

PURWAKARTA-Dalam waktu dekat para pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Purwakarta akan berbahagian. Kenapa, tidak gaji ke 13 yang selama ini ditunggu akan segera cair.

Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Purwakarta sebagagai dinas yang mengelolah keuangan serta gaji para PNS tersebut akan mencairkan segera merealisasikan kucuran dana tersebut,” pihak kami telah dana kan segera mengucurkan gaji ke-13 bagi PNS di Purwakarta pada, Senin 22 juni mendatang,” Demikian kepala DPKAD Purwakarta Mochammad Irsyad saat ditemui jumat (19/6) kepada wartawan.

Ditambahkanya, Irsyad besaran gaji ke-13 sama dengan gaji pokok ditambah berbagai tunjangan lain selama sebulan. Sehingga jumlah total yang akan dikeluarkan sejumlah sekitar Rp.24 miliar untuk kisaran penerimaan PNS sekitar 8.000 orang.,” Hal ini dikucurkan karena Regulasinya sudah jelas soalnya itu hak bagi para PNS,” kata Irsyad.

Dijelaskannya pula, pembayaran gaji ke-13 tersebut dilakukan melalui dua pola. untuk PNS Golongan III ke bawah dilakukan melalui Bank yang ditunjuk. sedangkan Golongan di atasnya, dibayar melalui Bendahara Pengeluaran pada masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam pelaksaannya nantu pemabayaran dilakukan serentak, “Pembayaran gaji ke-13 dilakukan secara serentak di purwakarta. Bank dan bendahara pengeluaran diharapkan dalam pencairan dapat mempercepat penyerapan anggaran tersebut,”jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua LSM Topan RI DPD Purwakarta Syaiful mengingatkan agar pemerintah tidak diskirminatif dalam memberikan gaji ke-13. Menurut dia, para pegawai yang berstatus sukarelawan di sejumlah lembaga pemerintahan di Purwakarta juga sangat membutuhkan gaji ke- 13 ini, ”Kami berharap pemerintah juga dapat berlaku adil apabila PNS dapat gaji ke-13, paling tidak tenaga sukarelawan pun bisa mendapatkannya. Ya, minimal mereka juga diperhatikan, ”katanya.


Meski demikian, para pegawai staf instansi Depag Purwakarta terkait gaji ke-13 mengaku sudah menerima lebih awal gaji tersebut. alasannya, pemabagian gaji ke-13 di Depag dicairkan oleh pusat. “Disini sudah cair, karena lewat pusat,”ujar sumber Bedanews dilingkungan Depag Purwakarta, sat ditemui berkenaan dengan akan dikucurkannnya gaji tersebut.. (Laela/beda news)

20-6-09 26 PEMUDA PELOPOR IKUT SELEKSI

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu, 20 Juni 2009

26 PEMUDA PELOPOR IKUTI SELEKSI

Pemda Kabupaten Purwakarta pada hari Kamis (18/06) kemarin melaksanakan seleksi Pemuda Pelopor tingkat Kabupaten. Seleksi yang diikuti oleh 26 pemuda dari 15 kecamatan sekabupaten Purwakarta ini dilaksankan di Aula Wikara I Setda Kabupaten Purwakarta .

Kegiatan yang dibuka oleh Kabag Kesra dan Kemasyarakatan Dr. Andri Chaerul , M.Sc ini bertujuan mencari wakil Kabupaten Purwakarta pada ajang yang sama ditingkat Provinsi ini dibagi pada empat bidang pelopor. yaitu pelopor bidang Pendidikan, pelopor bidang Teknologi Tepat Guna (TTG), pelopor bidang Kewirausaahan dan pelopr bidang Kepariwisataan.

Menurut Dr. Andri Chaerul , M.Sc seleksi diarahkan pada pembuktian karya nyata peserta pada bidangnya masing – masing yang telah ditorehkan sebagai bentuk kesukarelaan dan keuletan peserta serta berdampak popsitif terhadap kehidupan masyarakat sekitarnya.

Seleksi dilaksanakan dalam dua tahap. tahap pertama setiap peserta di wajibkan memberikan presentasi didepan Tim penilai dan sekaligus tes wawancara. Pada Tahap kedua peserta yang di tes lanjutan mengerucut menjadi 9 orang. Pada akhirnya nanti akan diperoleh empat orang yang mewakili empat bidang pelopor yang akan mengikuti seleksi tingkat propinsi .Samapai berita ita di tulis hasil seleksi belum diumumkan. ( Hedy)

19-6-09 PLN KURANG SUBSIDI PUSAT

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Jum'at, 19 Juni 2009

PLN Purwakarta Kurang Dana Subsidi Pusat


PURWAKARTA-Pihak developer Perumahan Kota Permata Purwakarta sudah memberikan Biaya Pemasangan Masa Transisi (BPMT) sebesar Rp370,5 juta. Namun Perusahaan Listrik Negara (PLN) APJ Purwakarta tidak bisa meneruskan pemasangan listrik di Perumahan tersebut. dengan alasannya, karena tidak ada anggaran untuk permintaan tambahan pembelian material.

Karena kendala itu mengakibatnya, PT TUBS selaku pengembang perumahan tersebut, mendapat keluhan dari kosumen, mereka menginginkan rumahnya untuk segera dipasangi listrik karena akan ditempati. Setelah menempuh jalan berkoordinasi dengan pihak PLN, pengembang akhirnya membuat solusi dengan menyanggupi membeli kabel dan meteran sendiri. tapi, biayanya dibebankan kepada pelanggan.


“Tahap 1 mereka membeli kabel dan meteran untuk 64 rumah. Tahap dua dan tiga masing-masing 20 rumah. Dan kita yang memasangnya. Yang kami tahu, pihak developer membebankan biayanya ke konsumen,” terang Manager APJ Purwakarta Indra Sofnil kepada Wartawan, Kamis (18/6) di ruang kerjanya.

Indra menjelaskan, pihak PLN mengaku telah memberikan subsidi sebesar Rp340,2 juta untuk mensubsidi pemasangan listrik di Kota Permata. Pihaknya sudah menghabiskan dana Rp710,7 juta dari total anggaran Rp 887,7 juta yang diperlukan.

“Semula akan dicairkan bulan pada maret. Tapi, hingga kini belum juga cair, dari kekurangan itu hingga kini belum turun juga dari PLN pusat. Hingga sat ini kita sudah terus koordinasikan dengan pengembang dan mereka siap menunggu. menurut jadwal, dana subsidi yang akan mangambil dari dana kuasa anggaran, ” kata Indra.

Dikatakannya juga, pihaknya menepis tudingan bahwa pihaknya terkesan cuci tangan terhadap perjanjian kerja dengan PT TUBS. Dimana, dalam perjanjiannya, PLN siap memasang listrik, 100 hari setelah BPMT diterimanya, yakni pada bulan Oktober 2008 lalu. “Sejak bulan Oktober itu, kita sudah memasang Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) travo, sambungan rumah, meteran, KWH dan MCB. Semua itu menghabiskan dana Rp710,7 juta,” tegas Indra.


Selain itu terkendala dengan kurangnya dana subsidi dari pemerintah pusat, pemesanan pemasangan listrik yang diajukan PT TUBS, memakai aturan 2001 yang disesuaikan tahun 2007. Aturan itu, Tarif Dasar Listrik (TDL) masih tetap tapi biaya material terus naik karena krisis global. sehingga, tidak seimbang dengan keperluan pemasangan saat ini,” pungkasnya. (Syaiful Jabrig)

19-6-09 LEMBAGA SURVEY DIATAS 50 PERSEN


From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Jum'at, 19 Juni 2009

Juru bicara Tim Pasangan JK-Wiranto, Judi Kristianto :

Akan Ada Lembaga Survey Umumkan SBY – Budiono Diatas 50 Persen.


PURWAKARTA (Suara Karya) : Dukungan terhadap pasangan Capres dan Cawapres JK-Wiranto dari hari ke hari terus mengalami peningkatan kendatipun masih dibawah dukungan terhadap SBY-Budiono.

“Menurut survey internal kami saat ini dukungan terhadap pasangan capres dan Cawapres SBY Budiono masih lebih tinggi dibandingkan dengan kedua pasangan lainnya, namun jaraknya sudah mendekati., sehingga sangat yakin pilpres akan berlangsung dua putaran” kata Juru bicara tim kampanye Jusuf Kalla –Wiranto Judi Kristianto seuasai acara istighosah yang dihadiri wakil Pressiden Jusuf Kalla di pondok Pesantren Miftahul Huda Kp. Tegaljati Desa Cibogohilir Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Rabu malam (17/6).

Disebutkan, Survey internal timnya dukungan terhadap JK-Wiranto terus mengalami peningkatan yang maikin significan, walau belum bisa menyampaikan angka pastinya.

“Semua tim kampanye menginginkan pilpres satu putaran dan dimenangkan oleh pasangan masing-masing, namun kami tidak bisa memaksakan satu putaran karena rakyatlah yang menentukan satu atau dua putaran.,”katanya. Seraya menyebutkan pihaknya mensinyalir akan adanya upaya upaya untuk mengelabui opini masyarakat dengan mengumumkan hasil survey yang diterbitkan oleh tim survey yang memang bagian dari tim sukses pasangan yang lain .

“kami juga mendapatkan informasi dan memperkirakan dalam beberapa hari kedepan akan ada lembaga survey yang kan mengumumkan hasil surveynya diatas 60 persen, dimana pasangan SBY –Budiono dan pasangan Jk-Wiranto serta Megawati-Prabowo akan ada dibawahnya, sehingga hasil survey ini membentuk opiniseolah olah bahwa pilpres akan selesai dalam satu putaran , dan itu tidak mungkin , ini menyesatkan dan mengelabui masyarakat .

Apabila ada lembaga survey yang mengumumkan paangan capres dan cawapres akan mendapat diatas 50 persen , ini sangat menyesatkan dan kami menenggarai sebagai payung untuk melakukan satu upaya untuk menang, hal ini bisa disebut teror politik.

Pihaknya yakin bahwa sangat sulit untuk melaksanakan pilpres ini dalam satu putaran, dan Ia yakin pilpres ini akan berlangsung dalam dua putaran, sehingga jangan ada pihak-pihak yang memaksakan pilpres ini dalam satu putran.

“ lapran Tim yang dibentuk diberbagai daerah menunjukkan peningkatan dukungan kepada pasangan JK-Wiranto setiap harinya naik 0,5 persen, sehingga dari hari ini ada waktu 20 hari lagi yang diharapkan hingga waktu pemilihan nati dengan asumsi rata arta O,5 persen perhari akan ada pergerakan 10 % lagi,”tambahnya.


Menanggapi pertanyaan mahalnya pilpres dalam dua putaran Judi mengungkapkan jangan ada asumsi bahwa pilpres itu mahal, karena pemerintah dan DPR sudah memprediksi dan mengantisipasi serta menganggarkan pilpres ini untuk dua putaran.

“Tentunya kita mengahrapkan satu putaran agar lebih efisien, namun anggaran ini adalah untuk pesta demokrasi yang ditunggu tunggu masyarakat biarkan ini berlangsung secara alamiah” pungkasnya. ( Endang Yusup)

19-6-09 TEWAS DI TOL PURBALEUNYI

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Jum'at, 19 Juni 2009

Tol Purbaleunyi Makan Korban, Satu Tewas Puluhan Luka-luka


PURWAKARTA-Karena diduga mengatuk Bus Budiman Pangandaraan-Bekasi bernomor polisi Z 7655 HB menabrak sebuah truk tronton di Tol Purbaleunyi KM 80 arah Bandung-Jakarta sekitar pukul 02.45 WIB dini hari pada Kamis (18/6), Bus menabrak bagian belakang truk tronton yang melaju ke arah yang sama. Akibat kejadian tersebut 1 orang tewas dan puluhan orang mengalami lain luka-luka.

Sementara korban yang meninggal dunia dalam kecelakan tersebut kernet Bus Budiman, Awan Setiawan (30) ) kernet Bus Budiman, warga Dusun Legok Rt 04/02, Kecamatan Cijulang, Ciamis. sedangkan puluhan penumpang lainnya yang berada di Bus tersebut mengalami luka berat dan ringan dibawa dievakuasi ke rumah sakit Efarina Etaham untuk mendapatkan penanganan medis.

Sedangkan korban penumpang bus kecelakaan dari 18 orang yang mengalami luka berada di Bus Budiman jurusan Pangandaraan-Bekasi adalah Hoeruroziken (48), warga Dusun Karangjati Rt 03/05, Desa Karangjaya, Karawang, Neni Rusnaeni (51), warga Desa Giri Setra Rt 03/02, Kecamatan Kalipucang, Ciamis, sopir bus Endang (40), warga Desa Empangsari Rt 01/06, Kecamatan Kalipucang, Ciamis, Suherman (43), warga Desa Sidomulya Rt 005/002, Kecamatan Pamarican, Ciamis, Sujono (39), warga Karangdadap Rt 003/003, Kelurahan Kali Bogor, Banyumas.

Lalu, Rachmat (35), warga Dusun Babakanjaya Rt 001/008, Kecamatan Padaherang, Ciamis, Sulaeman Nulkarim (35), warga Desa Karangati Rt 04/05, Karawang, Sri Nurzanah (38), warga Desa Sukarenah Rt 003/005, Kecamatan Parigi, Ciamis, Wasli (56), warga Desa Sukarenah Rt 01/07, Kecamatan Padaherang, Ciamis, Naryo (65), warga Desa Kalengpring Rt 003/001, Kecamatan Patiman, Cilacap.

Kemudian, Sigit Purwanto (22), warga Tarisi Rt 004/002, Kecamatan Padaherang, Ciamis, Yuyun (18), warga Desan Babakan Jaya Rt 022/008, Kecamatan Padaherang, Ciamis, Nimah (46), warga Desa Babakan Jaya Rt 002/008, Kecamatan Padaherang, Ciamis, Adih Suryana (29), warga Kedung Wukuh Rt 005/002, Kecamatan Padaherang, Desi Ekawati (21), warga Jalan Kasaman/Kampung Baru Rt 003/005, Kecamatan Karawaci, Karawang, Neni (5), Desa Karangjati Rt 4/5, Karangjaya, Karawang, Kartini (4) dan Wanto (30), Desa Bantarjulang Rt 01/10, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran, Ciamis.

Menurut keterangan, kecelakaan Bus Budiman jurusan Pangandaran-Bekasi nopol Z 7655 HB dengan truk tronton B 9645 TT berawal ketika bus yang angkutan umum tersebut melaju di jalan Tol Purbaleunyi jurusan Bekasi. Entah karena apa, bus tersebut di Km 80 saat melaju di jalur cepat tiba-tiba oleng ke kanan jalan menabrak median pembatas jalan tol Tidak hanya sampai disitu saja, setelah menabrak media, bus tersebut oleng lagi ke kiri jalan dan menabrak bagian belakang truk tronton. Akibatnya, seluruh penumpang yang ada di antaranya tengah terlelap tidur terlempar dari tempat duduknya, bahkan jok penumpang bus itu hancur saat terjadinya benturan hebat tersebut.

Seorang penumpang Wanto (30), Desa Bantarjulang Rt 01/10, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran, Ciamis kepada para wartawan saat ditemui di rumah sakit Efarina Etaham Purwakarta mengatakan saat terjadinya kecelakaan dirinya tengah tertidur dan tiba-tiba terdengar benturan yang sangat keras hingga membangunkannya. "Saat bus menabrak bagian belakang truk tronto, posisi duduk saya kaki dilipat di atas jok sehingga saat terjadi tabrakan, kepala saya membentur jok yang ada didepannya,” kata Wanto sambil memperlihatkan luka di dahi sebelah kanan lecet akibat benturan dengan jok yang ada di bagian depannya.

Lebih lanjut diungkapkannya, dirinya naik Bus Budiman berangkat dari Pangandaraan pada Rabu (17/6) malam sekira pukul 19.00 WIB di terminal Pangandaraan. Sebelum berangkat, ia tidak memiliki sedikitpun firasat bakal terjadinya kecelakaan, namun pada diniharinya mendengar suara benturan hebat hingga menyebabkan dirinya mengalami luka-luka. ”Mengenai penyebab terjadinya kecelakaan saya tidak mengetahui persis tapi saya terbangun saat terjadinya benturan antara bus dengan truk tronton,” ujar Wanto yang mengaku bekerja di Kapuk, Jakarta Barat di sebuah pabrik cingcau.
.
Sementara itu Kanit di Pos Induk PJR Sadang, Aiptu Agus Nurjaman ketika dihubungi membenarkan kecelakaan yang terjadi diduga akibat sopir bus mengantuk. Saat melaju di jalur cepat, tiba-tiba bus oleng ke kanan jalan menabrak median jalan, lalu oleng ke kiri menabrakan bagian belakang truk tronton dengan posisi akhir bus menghadap ke arah utara.”Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus kecelakaan di Tol Purbaleunyi tersebut,”Kata Aiptu Agus Nurjaman.

Namun dari sumber petugas Sentra Informasi Tol Purbaleunyi Jaka mnejelaskan, jumlah penumpang 24 orang, 14 luka ringan dan luka berat dibawa ke RS Efarina Etaham, 10 lagi rumah sakit Thamrin, Purwakarta, banyak korban dari penumpang, korban luka dibawa ke Rumah Sakit Etaham, Purwakarta,” Kemungkinan Bus menabrak tronton dari belakang karena supir mengantuk. Selain itu juga mungkin kurang antisipasi menjaga jarak,” kata Jaka saat dihubungi wartawan. (Syaiful jabrig)

19-6-09 SS DIDUGA DIPERKOSA DI KEBUN

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Jum'at, 19 Juni 2009

PERKOSAAN DI KEBUN BAMBU

PURWAKARTA-Masyarakat Desa Linggarsari Kecamatan Plered geger karena salah seorang warganya ditemukan oleh warga setempat di kebun bambu di Kp.Citeureup Rt 08/03 Desa Linggarsari Kecamatan Plered pukul 21.00 WIB (16/2) dalam keadaan menangis dengan pakaian kotor.

Menurut korban sebut saja SS (20) kepada orangtuanya Jarna (Sekdes Linggarsari) bahwa Sepulang mengaji dia dijemput oleh besan Sekdes yaitu KM (50) seorang tukang ojeg yang biasa mangkal di Pasar Plered, kemudian diajak makan bakso di daerah Citeko Masih di Kecamatan Plered, setelah makan bakso korban merasa pusing, lalu diajak pulang oleh Km, setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi.

Menurut Jarna, ia bersama kakak korban sempat mencari SS karena sudah larut malam korban belum pulang mengaji, ditengah jalan mereka berpapasan dengan KM yang sedang mengemudikan sepeda motor dan ditanyakan mengenai keberadaan SS karena menurut teman-teman mengaji korban, sepulang mengaji SS dijemput oleh Ocay, ketika itu KM menjawab bahwa SS sudah pulang kerumah.

Menurut saksi yang menemukan SS, sewaktu ia menyalakan sepeda motor, kebetulan lampu motor mengarah pada seseorang yang sedang menangis di kebun bambu dekat rumahnya, setelah dia mendekat ternyata SS lalu dia membawanya pulang kerumah orangtuanya.

Setelah dimintai keterangan oleh orangtuanya korban tidak menyebutkan bahwa dia telah diperkosa oleh KM, tetapi kepada guru ngajinya dia berterus terang apa yang telah terjadi di kebun bambu, orang tua korban merasa geram mendengar keterangan tersebut, lalu dia memeriksakan korban ke Klinik Akma dan melaporkannya ke Polsek Plered malam itu juga.

Karena keterangan Visum harus diperoleh dari RS Pemerintah maka keesokan harinya keluarga korban membawanya ke RS. Bayu Asih Purwakarta untuk mendapatkan Visum dan hasilnya menunjukan bahwa benar ada indikasi perkosaan, dan sekarang kasusnya sudah ditangani Polres Purwakarta. (Dan)

19-6-09 SEGEL DAN KELENGKAPAN BLM DITERIMA

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Jum'at, 19 Juni 2009

Hanya Segel & Kelengkapan TPS Belum Diterima


PURWAKARTA -Selain menunggu Segel kebutuhan logistik yang didatangkan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, juga kebutuhan logistik alat kelengkapan di Tempat pemungutan suara (TPS) lainnya yang hingga saat ini belum datang ke KPU Purwakarta,” terang Ir. Yanto Sugianto saat ditemui di ruang kantor KPU Purwakarta pada kamis (18/6).

Dari kebutuhan logistik yang telah ada di gudang KPU Purwakarta saat ini diantaranya, Surat Suara, Daftar Calon Presiden dan wakil presiden, serta Tinta, “Hanya ketiga Item Logistik tersebut yang telah kami terima dari KPU Pusat saat ini,” terangnya.

Kamis 18 juni (hari ini), kami dikirim tinta sebanyak 7 dus atau 2652 botol dari KPU pusat. Adapan kebutuhan yang harus kami berikan menyangkut hal tersebut akan dilakukan penghitungan,“tambah Yanto.

Sementara itu dari hasil pengadaan tinta akan memenuhi target untuk kebutuhan nanti, “Untuk TPS yang jumlah hak pilihnya dibawa 500 orang akan diberikan 2 botol tinta, diatas 501 hingga 600 orang mendapatkan 3 botol tinta sedangkan diatas 601 orang hak pilihnya akan diberi 4 botol,” katanya.

Mengingat waktu tinggal 20 hari lagi, disinggung mengenai kapan logistik tersebut akan terpenuhi, kita sedang persiapakan semuanya kami terus adakan komunikasi dengan KPU Provinsi,” dalam waktu dekat semua kebutuhan akan segera tersedia, “kata Yanto bagian Devisi logistic kepada bedanews.(Syaiful jabrig)

19-6-09 PEMKAB AKAN PERHATIKAN LANSIA

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Jum'at, 19 Juni 2009

HUT Lansia ke-11
Pemkab Purwakarta Akan Perhatikan Lansia

PURWAKARTA-Area Alun – alun Kiansantang dan pendopo sebagai ruang public dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Purwakarta untuk berbagai aktifitas. Oleh karenanya masyarakat dapat menikmatinya kapan saja tidak terkecualipara lansia.
Dikatakan Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi SH, saat melepas ratusan peserta jalan santai yang terdiri dari para orang tua lanjut usia dalam rangka Hari Ulang Tahun Lansia ke 11 tingkat Kabupaten Purwakarta di halaman Pendopo Pemkab Purwakarta, Kamis pekan lalu.

Namun definisi ruang public menurut Bupati, bukan menjadi ruang atau area yang dapat digunakan dengan tanpa aturan dan etika, namun ada norma dan aturan yang harus dilaksanakan. Misalkan alun-alun tidak boleh dipakai untuk tempat pacaran, buang sampah/kotoran sembarangan, mencorat-coret, balapan sepeda motor dll. “Karena hal tersebut hanya akan merampas hak orang lain untuk menikmati area Alun-alun Kiansantang yang sudah tertata rapi” jelas Bupati.
Lebih lanjut, H. Dedi Mulyadi menyatakan bahwa sudah selayaknya Negara memperhatikan para lansia terutama yang tingkat ekonominya rendah. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan merencanakan Kebijakan strategis untuk memperhatikan dan memberikan bantuan kepada para Lansia yang tidak mampu dalam rangka perlindungan Negara kepada warganya.
Untuk itu Bupati meminta kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) untuk mendata para lansia di Kabupaten Purwakarta yang tingkat ekonominya rendah untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Sementara Rahmat selaku ketua Panitia dalam laporannya kepada Bapak Bupati menyampaikan bahwa selain kegiatan jalan santai, pada ulang tahun kali ini dilaksanakan juga kegiatan Senam Bersama, Pemeriksaan Kesehatan dan lomba-lomba lainnya bekerjasama dengan Pemkab Purwakarta, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) dan Ikatan Dokter Gigi Indonesia ( IDGI)Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH didampingi unsur Muspida. (Agus Supriadi/MADINA).

19-6-09 HUNTER BAND


From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Jum'at, 19 Juni 2009

HUNTER BAND Ajang Kreasi Seni Anak Maniis

Pesatnya perkembangan blantika musik di tanah air, bak jamur di musim hujan terlihat dari banyak bermunculan musisi muda, salah satunya adalah Band Hunter yang baru merangkak menekuni dunia musik beraliran Pop & Melayu bahkan telah berhasil menciptakan beberapa lagu diantaranya berjudul Tetap Disampingmu, Ingin Dicintai, Diantara 2 Cinta, Jangan Pernah Pergi dan Hari Yang Indah.

Band Hunter merupakan Group Band asal Kecamatan Maniis (Cirata) Kabupaten Purwakarta yang baru terbentuk Februari 2009 yang lalu dengan personil Andhika (Aboy) Drum, Ujing Basis, Angky Vokalis Gun-gun Gitar dan Adi pegang Melodi.

Band Hunter sudah berani untuk pertama kalinya mengikuti ajang Kompilasi Musik yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan Rokok yang bertempat di Giant Purwakarta beberapa waktu yang lalu yang diikuti oleh 35 Group Band dari berbagai kota.

Mereka berharap Band Hunter dapat eksis di blantika musik dan dapat mengangkat nama daerah asal. “Kami akan terus berlatih & berlatih demi tercapainya cita-cita kami yaitu menjadi salah satu group Band yang diperthitungkan” kata Angky sang Vokalis. (Yul/Dede)

19-6-09 * 8 KEC. BENTUK PENGURUS UPK

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Jum'at, 19 Juni 2009

dari PNPM Mandiri Perdesaan
Delapan Kecamatan Baru, Bentuk Pengurus UPK

Keteranga Foto : Kabid PM BKBPIA Purwakarta Drs Asep Suparman, memberikan penjelasan berkaitan dengan kepengurusan UPK dihadapan peserta seleksi di Kecamatan Kiarapedes. Agus/Madina)

PURWAKARTA- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kabupaten Purwakarta Tahun 2009 ini sebanyak delapan kecamatan baru mendapatkan program ini, diantaranya Kecamatan Campaka, Cibatu, Bungursari, Babakan Cikao, Pondoksalam, Kiarapedes, Bojong, dan Kecamatan Sukasari.

”karena delapan kecamatan ini baru mendapatkan program ini sehingga pembentukan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) disetiap kecamatan perlu segera dibentuk untuk kelancaran program ini” jelas Drs Asep Suparman Kabid Pemberdayaan Masyarakat Badan Keluarga Berencana Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Purwakarta, saat seleksi untuk UPK di Kecamatan Kiarapedes, Senin pekan lalu.

Salahsatu penilaian yang paling penting, lanjut Asep, jiwa sosial yang rela berkorban untuk kepentingan orang lain. ”ini penting sebab dalam kegiatan ini bukan hanya masalah keuangan yang ada dalam fikirannya tapi bagaimana dirinya dapat mengaktualisasikan kemampuannya untuk kepentingan masyarakat sehingga program ini berhasil” terang Asep.

”jiwa berkorbannya harus dijadikan patokan sebab ini menjadi titik awal suksesnya pengelolaan PNPM. Sementara untuk kesejahteraan UPK itu sendiri tergantung pada pengelolaan dana itu sendiri” jelas Asep lagi.
Hal senada dikatakan Fasilitator Kabupaten (Faskab) Purwakarta,. Ir Jati Nuhanto, bagi UPK dalam hal kesejahteraannya awalnya memang minim. ”apabila dalam pengelolaannya bisa sukses maka hal itu bisa meningkat jadi tergantung pada pengelolaannya itu sendiri” jelas Jati.
Anggota Satuan Kerja (Satker) PNPM Mandiri Perdesaan Purwakarta, Suryana mengatakan, dari 17 kecamatan yang ada sebanyak 16 kecamatan telah mendapatkan program ini ditambah satu kecamatan yang hanya mendapatkan PNPM Mandiri Perkotaan yaitu Kecamatan Purwakarta. ”jadi untuk Kabupaten Purwakarta seluruhnya telah mendapatkan program ini dan mudah-mudahan dengan bergulirnya PNPM mandiri sampai Tahun 2009 ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan yang paling penting masyarakat dapat mandiri dalam meningkatkan kualitas hidupnya” jelas Suryana.

Dalam seleksi untuk UPK setiap kecamatan diambil tiga orang, masing-masing untuk Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Sementara syaratnya sendiri pendidikan minimil SMA dan sederajat, dikenal dan loyalitas di masyarakat dapat dipertanggungjawabkan. Sementara tesnya sendiri melalui wawancara, tulis, menguasai komputer (Word dan excel), serta test fasilitasi yaitu kemampuan dalam menjelaskan permasalahan dihadapan umum. (Agus Supriadi).

18-6-09 JK ISTIGHOSAH DI PLERED


From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Kamis,18 Juni 2009

JK Hadiri Istiqosah di Pontren Purwakarta
Ajak Santri Gunakan Haknya dalam Pemilu Presiden


PURWAKARTA- Wakil Presiden Jusup Kalla (JK) mengunjungi Pondok pesantren Miftahul Huda kampung Tegal Jati Desa Cibogo Hilir Kecamatan Plered Purwakarta Jawa Barat, Rabu (17/6) malam, sekira pukul : 18.30 Wib kedatanganya disambut Ratusan orang dari Santiwan/wati, pengurus pesantren dari berbagai daerah dalam dan luar Jawa. termasuk para pengurus Partai Golkar di Purwakarta. kehadiran JK kali ini menghadiri acara Istiqosah.

Dalam kesempata tersebut KH.Abdul Wahid engurus Pesantren Miftahul Huda menyampaikan dukunganya terhadap Wakil Presiden yang akan melangsungkan pemilihan Presiden/Wakil Persiden dalam Pemilu Presiden 8 Juli Mendatang,” Kami nyatakan dukunganya sepenuhnya terhadap wakil presiden yang akan menjadi Presiden berikutnya, selalu mempersatukan dan melindungi umat islam, Kami siap berjuang dengan resiko apapun, saya tidak mempedulikan yang penting Islam jaya, sekali lagi Islam, Islam, Islam, ”kata pimpinan Pontren yang kemudian disambut teriakan Takbir dari para santri yang hadir.

Ditambahkannya, jatuhnya pilihan kepada JK dikarenakan memiliki keislaman yang kuat. disamping itu, JK juga mempunyai seorang istri yang solehah. Dengan kehadiran didampingi olek ibu JK yang menggunakan Jilbab.”Kami siap memilih Pak Jusuf Kalla karena hanya Islam. serta saya melihat Ibu Mufidah yang berjilbab dengan kuat,” imbuhnya.

Selanjutnya Dukungan kepada Calon Presiden (capres) dari Partai Golkar-Hanura Jusuf Kalla yang terus mengalir dari para kalangan santri dan kiai ikut menyatakan dukungan kepada JK, sehingga hanya senyuman yang sumringah yang dilemparkan oleh Capres ini saat menaiki podium ketika menyampaikan kata sambutan dihadapan para santriwan/santriwati.

Sehingga JK merasa tersanjung dengan mendapat dukungan dari sang kiai sepuh, JK yang mengenakan baju koko berwarna merah ini tampak mengumbar senyum. Capres dengan nomor urut 3 ini merasa tersanjung dan mengucapkan ribuan terima kasih. “Saya ucapkan terima kasih atas malam ini. Saya sangat menghargai upaya Miftahul Huda yang selalu membimbing anak-anak muda untuk selalu menjadi pribadi yang baik,” Kata balasan JK dalam sambutannya.

Kesempatan itu juga, JK tidak lupa mengingatkan kepada para santriwan/wati agar menggunakan pilihannya. Ia berharap agar Indonesia memiliki pemimpin yang kuat dan mandiri ke depan. Satu detik untuk lima tahun kedepan, “Sebagai negara besar umat islamnya, nasib bangsa sangat ditentukan pada pilihan. Tentu kita berharap semua bisa menggunakan hak-haknya pada 8 Juli nanti,” pungkas.

Usai acara tersebut JK menyempatkan diri melakukan makan bersama dengan para pengurus pesantren yang hadir dalam dan luar jawa serta melakukan dialog hingga acara tersebut usai hingga sekira pukul : 19.40 Wib. (Syaiful Jabrig)

18-6-09 PMRIKSAAN KASUS KOMPUTERISASI DITUNDA

From : http//www.pwipwk.blogspot.com



Kamis, 8 Juni 2009


Pemeriksaan Tersangka Dugaan Kasus Komputerisasi Ditunda
.
PURWAKARTA-Pemeriksaan Kejasaa Negeri (Kejari) Purwakarta terhadap Kabag Pemdes Pemkab Purwakarta Nana Mulyana terkait kasus dugaan korupsi komputerisasi desa, Rabu (17/6) terpaksa ditunda dikarenakan Nana Mulyana hadir tanpa di dampingi pengacara (Lawyer).

Hari ini jadwalnya memenag betul namun karena yang bersangkutan datang tanpa pengacara maka untuk semntara kami tunda, Ya, Hari ini sekitar jam 10.00 WIB yang bersangkutan hadir untuk menjalani pemeriksaan disini, namun sementara ini ditunda karena tidak didampingi pengacara,”kata Kasubsi Sos Pol Kejari Purwakarta Dodi Gozali Emil SH, kepada bedanews dilingkungan Kejari Purwakarta.

Kami akan lanjutkan pemeriksaan setelah yang bersangkutan didampingi oleh pengacara. Kemudian “ Hal ini akan dilakukan pemeriksaan setelah yang bersangkutan menghadirkan lawyer kita teruskan pemeriksaan sementara kita masih menunggu,”kata Doddy.

Sebelumnya, Tim Penyidik Kejari Purwakarta telah menetapkan Nana Mulyana, Kabag Pemerintah DesA Kabupaten Purwakarta, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana pengadaan sistem data base pemerintah desa yang berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp. 1.4 miliar.

Sebelumnya dari data yang diterima dalam perkara tersebut disebutkan bila Dana pengadaan sistem data base pemerintah desa senilai sebesar Rp 8 juta tersebut bersumber dari anggaran belanja desa tahun 2007 untuk 183 desa yang ada di wilayah Kabupaten Purwakarta. disebut-sebut diarahkan pengadaan sistem data base menggunakan pihak jasa dari CV. Puteri Tunggal dan CV. Bhakti Bina Pertiwi. Permintaan agar pengadaan data base tersebut menggunakan jasa pemborong disampaikan tersangka dalam beberapa kali melakukan rapat dengan para kepala desa.

Seharusnya pengadaan data base tersebut dilaksanakan secara Swa kelola oleh pihak desa. akan tetapi oleh yang bersangkutan malah mengarahkan pengadaan sistem data base menggunakan jasa CV. Puteri Tunggal dan CV. Bhakti Bina Pertiwi. Permintaan agar pengadaan data base tersebut menggunakan jasa pemborong dinilai menyalahi prosedur.

Meski demikian dilaporkan hingga kemarin dari pihak kejari belum ada yang menyebutkan berapa besar dana dari program pengadaan sistem data base yang diduga dikorup sehingga merugikan negara . Hal itu karena sampai saat ini angkanya masih dihitung pihak BPKP dengan ditetapkannya kabag pemdes sebagai tersangka Pihak kejari purwakarta, mengaku sudah memiliki barang bukti yang cukup dan kesaksian yang juga dirasa cukup dari 200 saksi yang sudah selesai diperiksa. Termasuk kesaksian dari 183 kepala desa. Adapun alasan tersangka belum ditangkap karena penyidik menilai yang bersangkutan masih kooperatif.(Syaiful Jabrig)

DUA SISWI TABRAKAN

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Kamis,18 Juni 2009

SMAN Cibatu VS PPK Cibatu

PURWAKARTA-Dua orang siswi kelas tiga SMA Negeri Cibatu Yuli dan Diana serta Ofik S,Ag Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), bertubrukan dijalan raya Sadang – Subang KM13 tepat didepan toko perkakas krisbow dekat SPBU Cibatu Jum’at (12/05) sekira pukul 16.15 wib. Yuli dan Diana yang mengendarai sepeda motor mio warna biru bernomor polisi T 3613 AT dari arah timur, menabrak sepeda motor Honda revo merah bernomor polisi T 5415 AQ yang ditumpangi Ofik dari arah yang sama. Kedua sepeda motor tersebut beriringan, Ofik paling depan.

Namun naas, ketika akan belok kejalan galayah Yuli dan Diana menabraknya. Para saksi mata yang menyaksikan, berujar. Kalau pengendara sepeda motor Yamaha mio tersebut, pandangan silau dengan sinar matahari yang menyorot tepat kemuka. Akhirnya tidak kelihatan sepeda motor revo didepannya yang sudah menyalakan lampu seri dan berjalan lambat.

Menurut keterangan Ofik, ketika diwawancara sesaat setelah kejadian. Ia menuturkan,” Saya sudah pelan, dan lampu seri sudah dinyalakan. Anak itu bawa motornya kenceng banget, tau mau kemana?tuh lihat lampu seri motor saya masih menyala. Kaki saya kena nih.” Ungkapnya sambil merintih..

Sementara Yuli dan Diana menurut keterangan temannya yang kebetulan ada diTKP, adalah warga Cisantri Gang SD Cilandak. Keduanya lansung dilarikan keklinik Cahaya Sejahtera yang dekat dari lokasi kejadian. Ditemui ditempat pengobatan, keduanya tidak berkomentar. Namun kelihatan merintih merasakan sakit. Diana giginya tanggal dan sedikit luka lecet dipipi, sementara Yuli luka lecet agak besar dikeningnya. <>

17-6-09 PRODUK BERMELAMIN HARUS DI RAZIA

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Rabu, 17 Juni 2009

PRODUK MENGANDUNG MELAMIN HARUS DI RAZIA

PURWAKARTA-Hingga saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Purwakarta belum menerima surat edaran dari Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan rajia Produk yang mengandung Melamin.Demikian diutarakan Kepala Disperindag Purwakarta Endang Koswara kepada wartawan, Selasa (16/6).

“Sampai hari ini kita masih belum menerima surat edaran dari BPOM untuk melakukan rajia produk yang diduga mengandung melamin di Purwakarta, sehingga terkait hal itu pihak kami sampai kemarin belum melakukan rajia produk yang dimaksud “
Namun, tambah Kadisperindag, bila memang surat edaran tersebut sudah diterima ia pun berencana bakal melakukan penyisiran. Kita belum melakukan rajia sampai hari ini (kemarin,red) karena surat edaran sendiri belum diterima,”kata Endang.

Selama ini, tambahnya, pihaknya terkait intruksi pusat dari BPOM malahan sudah melakukan rajia produk dendeng yang diduga mengandung daging babi. “Kita diantaranya sudah melakukan intruksi BPOM seperti sasar produk dendeng yang diduga mengandung daging daging Babi, Jelasnya.(Laela)

17 -6-09

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Rabu, 17 Juni 2009

17-6-09 KPU SORTIR SUARAT SUARA

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
RABU, 17 jUNI 2009
KPU Purwakarta Sortir 611.544 Surat Suara Untuk Pilpres

PURWAKARTA-Surat suara dalam Pilpres mendatang di Kabupaten Purwakarta tercatat sekitar 611.544 surat suara. sedangkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Purwakarta berencana akan lakukan sortir surat suara Pilpres 2009 tersebut pada 20 Juni mendatang. dengan menunjuk penduduk setempat sekitar warga dari lingkungan sekitar KPU selain para petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Demikian dikatakan Ketua KPUD Purwakarta Ir. Dadan Komarul Ramdan dikantornya di Jalan Flamboyan No 60 Purwakarta saat ditanya seputaran jelang pemilu Pilpres kepada bedanews Selasa (16/6).

Dari daptar pemilih Teptap (DPT) terang Dadan, pada Pilpres mengalami penambahan yang signifikan yakni sebanyak 17.959 orang (3,08 %) menjadi 599.556 orang, pemilih perempuan sebanyak 299.291 dan laki-laki 300.265 orang. Kalau dibandingkan DPT Pileg lalu hanya 581.597 orang pemilih.

“Sehingga Jumlah surat suara itu sudah termasuk jumlah 2 persen surat suara cadangan. sesuai DPT surat suara Pilpres pun bertambah. Rencananya pada 20 Juni nanti kita sudah bisa menyortir surat itu,” terangnya.

Ditambahkanya, sebelum dilakukan sortir sementara ini pihak kami di KPUD masih menunggu kedatangan logistik lain. Persiapan yang sudah dilakukan berkenaan dengan hal itu, seperti penyiapan logistik kotak suara telah mendekati rampung.”piahka kami sudah siap menyukseskan pelaksanaan Pilpres 2009, tinggal menunggu logistik lain seperti formulir, alat kelengkapan TPS, dan sejumlah format-format Pilpres,”pungkas Dadan.

Sementara itu ditempat yang sama Anggota KPUD purwakarta Deni Ahmad Haidar disinggung soal DPT yang mengalami signifikan dalam penambahanya menjelaskan,untuk DPT Pilpres terjadi penambahan menjadi sekitar 17 ribu pemilih. Jumlah itu, kata dia, didapat dari sekitar 8000 pemilih pemula dan didominasi pemilih perempuan. “DPT bertambah sekitar 17 ribuan dari 581.597 menjadi 599.556 pemilih,"katanya.

Selain itu, kata dia, KPUD terus melakukan sosialisasi Pilpres ke masyarakat. Diharapkan, sosialisasi bisa menekan angka golput pada Pilpres. “Pemahaman terkait Pilpres terus kita lakukan ke masyarakat, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memberikan hak pilihnya saat Pilpres nanti bisa diwujudkan,”Harapnya.(Syaiful jabrig)

17-6-09 PEMKAB TERAPKAN JALUR BEBAS

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Rabu,17 Juni 2009

Pemkab Purwakarta Akan Berlakukan Jalur Bebas Kendaraan

PURWAKARTA-Agar lingkungan kantor pemerintahan Purwakarta nyaman dan bersih. termasuk terhindar dari kebisingan serta dari seteril dari emisi untuk menciptakan hal itu Pemerimtahan kababupaten Purwakarta (Pemkab) dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan dan memberlakukan jalur bebas kendaraan. Pasalnya, Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi mulai kemarin telah menggulirkan kebijakan larangan parkir bagi kendaraan di depan jalan raya depan kantor Kepemerintahan Daerah (Setda / Bupati) Purwakarta pada setiap hari jumat.

Sehingga, di hari itu juga kawasan ini akan bebas kendaraan, meski kesemrawutan sejumlah titik akan tampak, lantaran tidak di dukungnya tempat parkir yang memadai. “Kebijakan ini semata-mata untuk memberikan kenyamanan serta menjaga lingkungan agar kantor pemerintah, bersih dan nyaman. maka setiap Jumat, jalur depan kantor pemerintahan harus bebas kendaraan,"Ujar Bupati. Kebijakan yang hampir sama seperti itu juga sebenarnya telah dilaksanakan terdahulu,” terang Bupati dalam Apel Pagi Senin (15/6) kemarin (Laela)

16-6-09 BABI NGEPET

From : http//www.pwipwk.blogspot.com
Selasa,16 Juni 2009

Babi Ngepet Gegerkan Warga Purwakarta



Karena sering mendengar cerita maupun kejadian ditempat lain, kini hal itu benar terjadi adanya di purwakarta. Tepatnya di Perum Bumi Jaya (BJI) kedatangan seekor babi tersebut Ddiduga warga babi jadi-jadian alias babi ngepet. ratusan warga yang mencurigai babi tersebut sehingga langsung menangkap dan menghakimi ramai-ramai hingga meregang tak bernyawa. pada minggu (14/6) malam.

Karena kedatang seekor Babi secara tiba-tiba ke pemukiman warga yang terbilang hal mustahil sontak saat itu menggerkan warga setempat. Selanjutnya hal itu langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian. Dari kondisi Babi sudah tidak bernyawa, kemudian diserahkan ke Polres Purwakarta.

Berdasarkan keterangan yang di dapat dari warga setempat, kedatangan seekor babi yang datang secara tiba-tiba ini. Sebelumnya memang di curigai sebagai babi
ngepet. Pasalnya, warga meyakini, seringnya kehilangan kendaraan roda dua, yang cukup marak dalam bulan-bulan ini, sehingga ada dugaan dan ada kaitannya dengan kedatangan seekor babi tersebut. “Terus terang, seumur hidup tinggal di komplek ini, saya baru melihat babi keluyuran diperumahan. Ditambah lagi kedatangannya menjelang malam selepas shalat magrib,” ungkap Ny Ahmad, (46), salah seorang warga BJI yang ditemui, Senin (15/6) siang dikediamannya.


Diakuinya, dirinya juga tidak mengetahui secara persis darimana arah babi tersebut datang. Namun warga yang mengetahui dan diduga sebagai babi ngepet lalu menghakimi secara ramai-ramai. Bahkan ratusan warga lengkap menenteng senjata tajam, balok kayu dan batu terus memburu hingga harus memaksa masuk rumah Sugiono, (39). Bahkan, anak balita Sugiono yang berada didalam kamar nyaris diterjang babi yang mengamuk didalam rumah.”Babi sempat berputar-putar didalam rumah hingga mengacak-acak seluruh isi rumah rumah. Kaca rumah dan barang dagangan diwarung hancur diterjang babi mengamuk,” ungkap Sugiono

Karena khawatir mencederai istri dan anak-anaknya yang terjebak didalam rumah, Sugiono akhirnya membuka pintu belakang sebagai jalan keluar babi. Dan, babi pun kabur melalui pintu belakang. Pemburuan tak berhenti disana saja. Selanjutnya massa yang sudah mengepung rumah Sugiono didepan dan dibelakang akhirnya berhasil menangkap dan dihabisi nyawa babi itu,” Kata Sugiono.

Ditambahkan Sugiono, keanehan sempat terjadi saat babi tersebut berpapasan dengan istrinya Ny Aan Solehah, (32) tepat didepan pintu masuk rumah. “Babi itu sempat terhenti sejenak dan menatap istri saya. Beruntung istri keburu mengucap lapadz Allah hingga babi itu ngibrit lari lagi,”terangnya.

Dihubungi terpisah, Kaur Bin-Ops Reskrim Polres Purwakarta, Iptu, Sutejo, mengingatkan masyarakat agar tak selalu mengaitkan segala sesuatu termasuk tentang kehilangan harta benda atau motor ke hal bermau mistik. “ Sebenarnya, Tak ada itu babi Ngepet. Itu babi beneran sejenis babi hutan,” sergah Sutejo.

Menurutnya, dizaman sekarang ini tak ada babi ngepet. Ikhwal babi ngepet itu, lanjut dia, yang ada hanya dinegeri dongeng atau sinetron. “ Dalam logika saya tidak ada itu babi ngepet. Sekalipun benar babi itu ngepet. mungkin babi ini sudah berubah menjadi manusia disini. Nyatanya babi ini meninggal tetap saja babi tidak berubah wujut sebagaiman yang dimaksud, “jelasnya. (Syaiful Jabrig)
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumlah Pengunjung Blog PWI Purwakarta

Apakah yang diperlukan anda dalam penampilan blog ini ?

Pengikut

BERITA PURWAKARTA TERKINI

Reuters News in Pictures

Lintas Berita 8

HIBURAN PANAS

Loading...