Sabtu,23-5-09 / Wisata Pererat Hubungan Murid dan Guru
Wisata kali ini diikuti para pelajar kelas 9 (III) kelas akhir yang akan meninggalkan bangku sekolah melanjutkan ke jenjang SMA. Adapun Lokasi yang di tuju Candi Borobudur, Meseum Dirgantara, Kraton, Pantai Parang Tritis, Kota Gede dan Kasongan, dengan jadwal keberangkatan tanggal 22-25 mei 2009.
Demikian dikatakan Barno Ketua Panitia Study Tour SMPN 3 Purwakarta Jum’at Petang (22/5) kepada Bedanews ditemui disela-sela persiapan pemberangkatan wisata di Aula Sekolah di jalan A. Yani No. 100 Purwakarta.
“Tahun sekarang hanya siswa/i kelas 9 (III) akhir tahun ajaran 2008-2009 dari 8 kelas jumlah murid 384 orang hanya 160 orang siswa/i yang ikut wisata (3 bis ). Selaku guru pembimbing dan pengajar di sekolah tidak melakukan pemaksaan terhadap Siswa/i apabila tidak memungkinkan turut serta, ”Semua telah mendapat izin dari orang tua masing-masing siswa/i termasuk persetujuan dari komite sekolah, dan sekolah tidak memaksakan apabila orang tua murid tidak dapat ikut serta, “terangnya saat itu juga didampingi Seketaris panitia Septi Sulisdiana, S.Pd.
Sementara itu ditempat yang sama Deni Danumiharja, S.Pd Kepala Sekolah SMPN 3 menambahkan, dengan terlaksananya wisata ini dapat mempererat hubungan antara murid dan guru juga menambah wawasan pengetahuan buata Siswa/i, selain untuk dirinya sendiri juga buat Nusa dan Bangsa. Nantinya, siapa tahu alumni sekolah akan melahirkan generasi sebagai pemimpin bangsa kedepan.
“Diharapkan dengan terjalinya hubungan tersebut akan melahirkan kenangan yang tak ternilai harganya semasa menjadi anak didik, selain itu kedekatan ini menciptakan rasa peduli dan empati terhadap sekolah adanya rasa memiliki terhadap sekolah, siapa tahu ada yang menjadi Presiden ” papar nya (Syaiful Jabrig)
Jamu Bekasi, Purwakarta Targetkan Menang 2-1
|
| |
| Purwakarta *** Pertandingan sepak bola wilayah IV yang diikuti sejumlah kabupaten, dalam babak pra kualifikasi XI Porda Jabar putaran pertama, yang digelar mulai (17/5) lalu, dipastikan akan semakin sengit. Setelah menjadi tamu lawannya, tim kesebelasan Kab. Purwakarta yang ditahan imbang 1-1 oleh tim kesebelasan Kab. Karawang dalam pertandingan di Stadion Singaperbangsa Karawang, kini, tim besutan kabupaten Purwakarta ini siap menjamu lawan lainnya dikandang sendiri dalam pertandingan yang akan digelar Minggu (24/5), di stadion Purnawarman Purwakarta. Pada pertandingan itu, ditargetkan skor 2-1 untuk kemenangan tim Purwakarta. Pelatih senior pra kualifikasi tim sepak bola Purwakarta, Dodo Jakaria yang ditemui usai melakukan latihan Kemarin petang dilapangan stadion Purnawarman, menyatakan kesiapannya dalam menjamu lawannya dari Dirinya bersama tim kesebelasan bertekad mengukir prestasi dan mencetak sejarah baru, dengan meloloskan tim sepak bola Purwakarta dalam babak prakualifikasi yang dijadwalkan selesai pada tanggal 14 Juni nanti. Skor 2-1, merupakan target kemenangan dalam menjamu lawannya nanti. "Kita optimis lawan kita akan kalah.Dan prediksi ditargetkan skor itu 2-1”, tandas Dodo meyakinkan. Dodo yang juga merupakan pelatih yang memiliki jam terbang yang cukup banyak ini, mengaku anak asuhnya akan mampu memenangkan pertandingan mendatang. Bahkan, pembinaan selama 8 bulan dan kesiapan tim yang terkonsentrasi full, akan menambah target kedepannya jika Purwakarta juga bisa lolos dalam Sementara itu, Ketua panitia pelaksana cabor sepakbola pra kualifikasi porda XI jabar kab Purwakarta, Ahmad Syah menyatakan kepada wartawaan, kesiapannya menggelar pertandingan melawan Menurutnya, panitia pada prinsipnya juga sudah siap menyelenggarakan, meski minimnya anggaran menjadi kendala yang saat ini dihadapi. “Perlu kita akui alokasi anggaran untuk kegiatan ini tidak tercover. Tapi walaupun begitu, kita akan tetap maju demi kemajuan persepakbolaan Purwakarta”, jelas Admad Syah. Pihaknya pun mengharapkan kepada pemda, agar kegiatan pertandingan sepakbola seperti ini yang juga mengusung nama Purwakarta dapat dialokasikan anggaran pada perubahan anggaran tahun 2009 ini. Dirinya meyakini, minimnya anggaran akan berdampak pada merosotnya prestasi persepakbolaan di Purwakarta. Lebih dari itu, pertandingan pra kualifikasi yang juga merupakan ajang uji coba untuk maju pada kejuaran PORDA 2010, lanjut Ahmad Syah, diajang ini, para pemantau sepak bola sudah mulai melakukan pemantauan dan mencari bakat para atlet Jawa Barat untuk dipersiapkan pada pekan olah raga Nasional (PON). "Sebenarnya pertandingan ini, juga sebagai ajang pencarian bibit sepak bola Jawa Barat. Sehingga jika ada salah satu atlet kita yang masuk dalam penyeleksian itu, nama kabupaten Juga, yang nantinya akan terangkat”, katanya. Bahkan ia pun berharap dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat. Dengan memberikan dukungan serta menyaksikan pertandingan sepak bola antara Kota Bekasi dan Purwakarta merupakan bentuk turut serta mendukung persepakbolaan Purwakarta. "Kita berharap masyarakat juga bisa mendukung tim Purwakarta dalam pertandingannya. “Semunya gratis tanpa dipungut bayaran”, ujarnya Ahmad. (Laela) |
Harkitnas,SKPD Purwakarta kenakan Pakaian Adat
|
| |
| Purwakarta *** Peringatan Hari Kebangkitan Nasioanal (Harkitnas) ke 101 Kabupaten Purwakarta dipusatkan di Polres Purwakarta. Pemkab Purwakarta memerintahkan seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) untuk mengenakan pakaian adat sebagai wujud ke “Bhineka Tunggal Ika-an” dan wawasan kebangsaan, yang dilanjutkan dengan tabur bunga di makan taman pahlawan. Menurut kabag Humas pemkab Purwakarta Ade Zainudin, rangkaian acara pengenaan pakaian adat dilakukan pada 24 SKPD, diantaranya 13 dinas, 10 badan dan 1 Satpol PP. "Masing-masing SKPD wajib menyertakan salah satu perwakilan untuk mengenakan pakaian adat dalam Harkitnas. Ini adalah bagian dari tema dengan semangat kebangkitan nasional kita tingkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara menuju Harkitnas tahun ini sengaja dilaksanakan di Polres Purwakarta disebabkan adanya sejumlah kendala teknis yang tidak memungkinkan perayaan tersebut bisa dilakukan di lapangan kantor Pemkab seperti Peringatan Harkitnas sebelumnya. “Pihak Pemkab tidak melaksanakannya di Pemkab, salah satunya karena renovasi yang sedang dilakukan. Namun, peringatan Harkitnas sekarang dilaksanakan di Polres tidak mengurangi makna dari Harkitnas itu sendiri”, katanya. Kegiatan peringatan 101 tahun Harkitnas kali ini diharapkan akan lebih menumbuh kembangkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang telah melekat dihati rakyat |
DPT Digandakan PPS dan PPK
| DPT Digandakan PPS dan PPK | | | |
| Friday, 22 May 2009 | |
| Purwakarta *** Partai Politik (Parpol) dan Tim Sukses Capres/Cawapres pemilu Presiden tahun 2009 mendatang, disarankan untuk menghubungi Panitia Pemungutan Suara PPS atau Panitia Pemilihan Kecamatan PPK setempat apabila membutuhkan data Daptar Pemilih Tetap (DPT) bukan di KPU Purwakarta, DPT dapat diperoleh setelah dilakukan Rapat Pleno Penetapan DPT. Demikian dikatakan Ir. Yanto Sugiarto anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta saat mendapingi Ketua KPU Purwakarta, Ir. Dadan Komarul Ramdan, MT., Jumat (22/5), usai melakukan rapat persiapan pleno Penetapan DPT pemilu Presiden bersama PPK dan PPS se-Purwakarta. Menurut Yanto, Kami telah melakukan koordinasi dengan PPS dan PPK, dalam rapat tadi telah dibahas menyangkut penggandaan data DPT yang dibutuhkan oleh pihak Parpol maupun Tim sukses Capres/Cawapres. “Penggandaan DPT sepenuhnya telah diserahkan ke PPS dan PPK oleh KPU karena, bersangkutan lebih tahu secara rinci data DPT. Untuk itu semua telah menjadi kewenangan termasuk segala kebutuhan yang menyangkut data penggadaan telah sepenuhnya menjadi tugas PPS dan PPK masing-masing wilayah”, terangnya. Hal ini dilakukan sesuai dengan aturan bahwa pengetikan dan penggandaan dikelolah oleh PPS. DPT disahkan oleh PPS dan ditetapkan oleh KPU Purwakarta. Bagi desa-desa yang jauh dan sulit dijangkau disarankan ke PPK. “Kita hanya inginkan kepemilik data DPT tersebut bagi yang berkepentingan saja, kita takutkan simpang siur data”, papar Yanto. Bagi Parpol dan Tim Sukses Masing-masing pasangan Capres/Cawapres segera hubungi PPS dan PPK untuk mendapatkan DPT tersebut dengan membawa Untuk diketahui selanjutnya setelah datanya DPT Valid di PPS dan PPK ditetapkan oleh KPU Purwakarta, selanjutnya dilakukan rapat pleno terbuka dengan mengundang unsur-unsur terkait baik itu dari PPK, PPS, Muspida dan Partai Politik. Rencana akan digelar Senin 25 Mei mendatang, setelah hasil penetapan disahkan. Dari hasil rekapitulasi DPT Purwakarta tanggal mulai 25-27 Mei nanti, kemudian akan dikirim ke KPU provinsi dan 28-31 Mei, penetapan DPT dilanjutkan ditingkat nasional.(Syaiful Jabrig) |
Kalangan Pelajar Purwakarta Idolakan SBY
Purwakarta ***
Kalangan pelajar Purwakarta, mengidolakan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai figur kepemimpin dan sosok yang tak banyak mengumbar janji serta tegas, mampu meredakan suasana konflik politik, dibanding sosok figur lain. Hal ini didapat berdasarkan survey dilapangan dari beberapa sekolah dengan meminta konfirmasi kepada pelajar. "Terus terang saja mengenai Capres idola saya SBY, dia gak terlalu banyak janji dan punya figur yang menawan juga ganteng. Insya Allah dengan programnya, kedepan SBY bisa mengurangi angka kemiskinan dan rakyat
Menurut Irma, bukan berarti meniadakan arti capres yang lain dengan mengidolakan SBY. Hanya saja, lanjutnya, SBY dinilai lebih memiliki ciri khas kepemimpinan dibanding capres lain. Selain bukti-bukti nyata kepemerintahan yang sudah dilaksanakan, bukti kepemimpinanya sudah kita rasakan. Seandainya saya tahun ini sudah memiliki hak pilih, tetap SBY yang akan saya idolakan dan di pilih”, katannya.
Ditempat yang berbeda hal ini pun dilontarkan oleh Intan (17) siswi SMU PGRI 3 Purwakarta. Menurutnya, dalam bursa capres tahun ini, ia sama-sama masih memprimadonakan SBY untuk kembali jadi presiden kedepan. Kepemimpinan SBY, kata Intan, lebih nampak konsisten dalam menguak kasus-kasus dugaan korupsi dibanding capres lain. “di Era SBY Semua yang berbau Korupsi dibuktikan dengan diseretnya para pelaku ke meja Hijau, Nah ini yang menjadi dasar mengapa saya mengidolakan beliau”, terang Intan.
Namun meski demikian, sejumlah pelajar tidak serta merta semua mengidolakan SBY sebagai capres dalam pilpres Juli 2009 mendatang. Asep (16) misalnya, siswa yang saat ini mengaku mengenyam ilmu di SMK YPK Purwakarta menyatakan bila capres idolanya masih dipangkukan kepada Megawati. Alasannya, sosok capres Megawati dinilai bisa mengaspirasikan keinginan wong cilik sesuai dengan moto partainya.
"Saya lebih setuju kalau sosok capres Megawati adalah sosok yang bakalan mengerti keinginan wong cilik, bukti nyata kepemerintahannya dulu pun pernah dirasakan masyarakat", katanya.

Catatan sejarah yang ditemukan pada tahun 1790 di Gunung Butak, sebelah selatan Surabaya itu menyebutkan, "...Demikianlah keadaannya ketika tentara Sri Maharaja (Raden Wijaya) bergerak terus sampai ke Rabut Carat. Tak lama setelah itu, datanglah musuh dari arah barat. Ketika itu juga Sri Maharaja bertempur dengan segala balatentaranya dan musuh pun lari tunggang-langgang, setelah mengalami kekalahan besar. Tetapi dalam keadaan demikian, di sebelah timur Hanyiru tampak panji-panji musuh berkibar, warnanya merah putih. Melihat itu, Ardaraja, putra Jayakatwang, meninggalkan pertempuran, berlaku hina dan lari menuju Kapundungan..."
Sejarah lainnya mengatakan, pada zaman Kerajaan Mataram, warna merah putih dikenal sebagai Gula Kelapa (Gula=merah, Kelapa=putih). Salah satu bentuknya masih tersimpan sebagai pusaka dalam Keraton Surakarta, yaitu bendera Kiai Ageng Tarub yang dasarnya berwarna putih dengan tulisan Arab Jawa dan atasnya bergaris merah.
Dalam sejarah Pangeran Diponegoro, bendera Merah Putih kembali berkibar. Tatkala perang terjadi (1825-1830), beliau yang sedang dalam perjalanan berkata kepada Mangkubumi, "Paman, lihatlah rumah dan masjid sedang dibakar, api merah menyala-nyala ke atas langit. Kini kita tak berumah lagi di dunia."
Sesudah melihat ke arah Tegalrejo, ia memandang ke arah Selarong, tempat rakyat mengibarkan bendera Merah Putih. Saat itu Pangeran Diponegoro mengucapkan kata-kata yang masyhur kepada istrinya yang bernama Ratnaningsih, "Perang telah mulai, kita akan pindah ke Selarong. Pergilah Adinda ke sana, dan berikanlah segala intan permata dan emas perakmu kepada rakyat yang mengikuti kita.”
Dalam peperangan tersebut, Pangerang Diponegoro pada tahun 1830 mengalami kekalahan. Dan Sang Merah Putih tidak berkibar lagi.
Pada tahun 1920, Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda, memilih panji perkumpulan "Merah Putih Kepala Kerbau". Majalah perhimpunannya bernama Indonesia Merdeka.
Tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda bernaung di bawah Merah Putih dihiasi dengan lambang garuda terbang. Kemudian lambang garuda menjadikan lambang tersendiri, sehingga tinggal warna Merah Putih.
Saat menjelang Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara ditugaskan untuk meneliti bendera dan lagu kebangsaan. Diputuskan, bendera Merah Putih harus berukuran panjang 3 meter dan lebar 2 meter. Sedangkan maknanya; merah berarti berani, dan putih berarti suci.
Begitulah perjalanan panjang bendera Merah Putih yang dikukuhkan menjadi bendera nasional dalam UUD 1945 pasal 35; "Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih."
PENGURUS DAN ANGGOTA PWI PERWAKILAN PURWAKARTA
1. Endang Yusup Ketua Jatiluhur Pos on Line 10.00.1238.05 Biasa
2. Dede Sulaeman Wk.Ketua 1 Mjl. Warta Sunda 10.00.5037.08 Muda
3. Endang Surachman Wk.Ketua II HR. Pos Metro 10.00.0365.06 Muda
4. Bernard Sihite Wk. Ketua III Berita Indonesia 10.00.13593.09 Biasa
5. Asep Firdaos Wk. Ketua IV Hr. Pasundan Ekspres 10.00.5202.09 Muda
6. Taufik Ilyas Sekretaris Pikiran Rakyat 10.00.13115.07 Biasa
7. Kiki M Gumilang Wk. Sekretaris Mjl. Warta Sunda 10.00.5201.09 Muda
8. Agus Supriadi S.SoS Bendahara SK. Madina 10.00.13594.09 Biasa
9. Agus Mulyana Wk. Bendahara Mediator 10.00.5038.08 Muda
10. Dayat Iskandar Kasie. Organisasi Jatiluhur TV 10.00.5204.09 Muda
11. Asep Ahmad Sie Organisasi Radar Karawang 10.00. 5240.08 Muda
12. Oyang Este S.FIL I Sie Organisasi Radio Wadi 10.00.5181.09 Muda
13. Sakip Mahmud KaSie Hubtarga Radio Sadang FM 10.00.13419.08 Biasa
14. Mustopa Kamal Sie Hubtarga Mediator Jabar 10.0013410.08 Biasa
15. Yul Mahendra Sie Hubtarga Tunas Bangsa 10.00.5178.08 Muda
16. Gun gun W. KaSie Advokasi SK. Dialog 10.00.13595.09 Biasa
17. Iwan Ridwan Sie Advokasi Berita Rakyat 10.00.5173.08 Muda
18. Ir. Marpan P KaSie Kesos Mediator 10.00.5040.08 Muda
19. NI Nurlaela Sie Sosial Beda News 10.00.5203.09 Muda
20. Casmita Aminudin Sie Kesejahteraan Merdeka News 10.00.5031.08 Muda
21. Hedi Hidayat SPd. Kasi Diklat Berita Rakyat 10.00.5182.08 Muda
22. Mulyana Sie Diklat Ramanes FM 10.00.5035.08 Muda
23. Hasanudin Sie Rohani Ramanea FM 10.00.5036.08 Muda
24. M. Nurudin Sie Seni Budaya Tadjuk 10.00.5034.08 Muda
25. Hendra Gunawan Kasi Olahraga Mjl. Persada 10.00.5033.08 Muda
26. Mistam Bargo Sie Olahraga Jatiluhur TV 10.00.5176.08 Muda
ANGGOTA
27. Endang R. Abdulah SH.MH Mjl. Komunitas 10.00.4075.93 Biasa
28. Adjat Sudrajat SH. KB. Antara 10.00.4574.93 Biasa
29. Koswara Sonjaya Jabar Ekspose 10.00.6853.96 Biasa
30. Lasry Darwis Inspirasi 10.00.10252.01 Biasa
31. Markus Sitanggang Metro Indonesia 10.00. 10525.09 Biasa
32. Rachmawati Fajar Pos 10.00.13614.09 Biasa
33. Dadi Suryadi HR. Pasundan Ekspres 10.00.5207.09 Muda
34. Lili Kurniadi Berita Pasundan 10.00.43440.08 Biasa
35. Anto Sukanto Mjl. Warta Sunda 10.00 5204.06 Muda
36. Asep Yadi Sobana Tabloid Formas 10.00.13442.08 Biasa
37. Acep Is Hariyanto Mjl. Komunitas 10.00.5204.09 Muda
38. Ahmad Satiri Koran Pagi 10.00.5206.09 Muda
39. Budi Permana Pelita Rakyat 10.00.5039.08 Muda
40. Edi Junaedi Mjl. Warta Sunda 10.00.5111.08 Muda
41. Aceng Koswara Mjl. Jatiluhur Pos 10.00.5032.08 Muda
42. Jainul Abidin Metro Puncak 10.00.5183.08 Muda
43. E.Suhendar SH.MH Jatiluhur Pos on line 10.00.5175.08 Muda
44. Desi Yuniawati Sunda-sunda 10.00.5174.08 Muda
45. Ade Amirulloh Progresif 10.00.5185.08 Muda
46. Agus Triyatmaka Delegasi 10.00.5177.08 Muda
47. Hotbin Purba Hr.Batak Pos 10.00.5179.08 Muda
48 Goni Tabroni Metro Puncak 10.00.5180.08 Muda
49. Zaki Zian Jatiluhur TV 10.00.5184.08 Muda
50 Sulkopli Media Rakyat 10.00.6167.09 Muda
51. Syaiful Pos Metro 10.00.6167.09 Muda
Keterangan :
Anggota Biasa : Anggota PWI Pemegang kartu PWI Pusat
( Untuk mendapatkan Kartu Biasa, adalah anggota PWI pemegang kartu anggota Muda sekurang kurangnya 2 tahun dan harus lulus mengikuti sertifikasi pendidikan lanjutan PWI Pusat )
Anggota Muda : Anggota PWI Pemegang kartu PWI Cabang Jawa Barat
( untuk mendapatkan kartu anggota Muda, harus lulus sertifikasi pendidikan dasar PWI Cabang )
