17-7-09 SBYA-BUDIONO REBUT 69,97 PERSEN

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
jumat,17 Juli 2009

450.670 Pemilih 75,17 persen Dari DPT Purwakarta,
Pasangan SBY-Boediono Rebut 69.97 %


PURWAKARTA-Komisi Pemiliha Umum (KPU) Purwakarta hari ini kamis 16 juli 2009 melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden tingkat kabupaten purwakarta tahun 2009. berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU Pusat pelaksaaan di purwakarta berlansung sesuai dengan jadwal.

Dari proses yang telah berjalan lancar dan aman pada H+1, sejak kamis (9/7) Panitia Pemungutan Suara (PPK) Kecamatan telah menyelasaikan penghitungan perolehan suara masing-masing TPS, dan begitupun semua logistik dari 17 kecamatan sebanyak 1260 TPS atau 2520 Kotak suara dalam pemilu telah dikeirimkan, diterima oleh KPU purwakarta.

Sehingga, rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden dapat dilaksanakan tepat waktu, Demikian dikatakan ketua KPU Purwakarta Ir. Dadan Komarul Ramdan, MT saat menerima kehadiran Anggota KPU Pusat Andi Nuryani di aula KPU Jalan flamboyant No. 60 Purwakarta, kamis (16/7) siang.

Pelaksanaan yang dihadiri oleh 17 PPK kecamatan itu juga di Saksi oleh 3 pasangan Calon Presiden dan Wakil presiden purwakarta, serta dihadiri para unsur muspida terkait, dan panwaslu kabupaten purwakarta.

Anggataa KPU Pusa Dra Andi Nurpati, Mpd, dalam smabutanya, mengucapakan selamat dan sukses kepada KPU purwakarta yang telah menyelasaikan pelaksanaaan penghitungan suara pemilu presiden 2009, benjalan aman, tepat waktu jadwal yang ditetapkan oleh KPU Pusat, “ Patut dijadikan contoh, karena tepat waktu jadwal proses nberjalan Aman lancar,” Katanya.


Dari DPT Pilpres 599.556 pemilih. hanya sejumlah 450.670. pemilih (75,17 %) yang menggunakan hak pilih. Sedangkan sekitar 148.886 (24,83 %) pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. Dari pemilih purwakarta yang menyampaikan aspirasinya melakukan pencontrengan ke TPS Sebanyak 428.268 pemilih (95.01 %) surat suara sah, sedangkan surat suara tidak sah hanya 22.502 (04,99 %).

Perolehan suara pasangan Capres Cawapres No : 1. Mega-Prabowo : 87.990 suara ( 20,55 %), No 2. Pasangan SBY-Boediono memperoleh : 299.599 suara ( 69.97 %) untuk pasangan JK-Wiranto : 40.579 suara ( 9,48 %).

Selanjutnya setelah penghitungan dari hasil perolehan tersebut dengan pelaporan berita acara dan ditandatangani oleh 5 anggota KPU Purwakarta masing- masiang, Ketua KPU Ir. Dadan Komarul ramdan MT, Anggota Asep Fakar, SH, Deni Ahmad Haidar, Ir. YAnto Sugianto dan R.M.A. Ahmad Said Widodo, AG dan 3 Saksi Pasangan Capres dan Cawapres. Agus Yujono Saksi Pasangan (Mega-Prabowo), Nanang Purnama (SBY-Boediono) dan Epi Hardiansyah saksi Pasangan Capres/ Cawapres (JK- Wiranto).

“ Besok Jumat (17/7) berita Acara hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden tingkat kabupaten purwakarta tahun 2009, akan di laporkan ke tingkat KPU Provinsi, “ terang Ketua KPU Dadan.

Apabila dibandingkan dengan hasil tabulasi tim ‘IT’ KPU purwakarta hingga kamis (9/7) hingga pukul; 21.00 wib, H+1 TPS yang telah masuk. Suara sah (Partisipasi) sebanyak 428.125 (75,17%) suara dan suara tidak sah 22.546 suara (5,27 %). memilih Pasangan SBY-Boediono 299.088 suara ( 69,86 %). pasangan Mega-Prabowo : 88.471 suara ( 20,66 %), sedangkan untuk pasangan JK-Wiranto : 40.566 suara ( 9,48 %).(Syaiful Jabrig)

17-7-09 GALIAN C TANPA IJIN MARAK

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
jumat,17 Juli 2009

Galian C tnpa ijin marak di Purwakarta

PURWAKARTA,-Diduga akibat kurang tanggapnya aparat kantor pertambangan KabupAten Purwakarta, mengakibatkan maraknya galian C tanpa ijin. Dampaknya, milyaran rupiah pendapatan asli daerah (PAD) dari sector pajak dan retibusi yang seharusnya masuk kedaerah,’menguap’.

Itu baru dari sisi pendapatan asli daerah, sementara untuk melestarikan fungsi dan tatanan lingkungan hidup agar bermanpaat bagi kehidupan manusia serta mahluk hidup lainnya perlu dilakukan pengendalian.

Namun karena aparat pertambangan kurang tanggap menyebabkan galian-galian C yang tidak berijin semakin marak dilakukan pengusaha-pengusaha yang nakal menggali kekayaan bumi tanpa menghindarkan dampak kerusakan yang ditimbukan dengan dalih menyerap tenaga kerja disekitar lingkungan .

Sebagaimana yang dilakukan pengusaha galian C, di Kecamatan Babakan Cikao, selama kurun waktu terakhir ini seenaknya mengeruk sumber daya alam tanpa melakukn kewajiban reklamasi. “Tak heran jika kondisi bekas galianya menciptakan tebing-tebing dan kubangan yang bisa saja membahayakan bagi warga setempat.

Keterangan lain yang berhasil dikumpulkan SKU Bandung Barat Pos menyebutkan, nakalnya dari para penggali adanya dukungan dari sejumlah oknum. Tidak saja dari tingkat desa namun ada pula dari tingkat Muspika atau Kabupaten. Oknum oknum tersebut bukannya tidak tahu adanya galian liar, tetapi mereka hanya cukup diberi salam tempel dan selanjutnya pura-pura tidak tahu,”kata Ahmad (38) kernet truk colt ketika bincang-bincang dengan Bandung Barat Pos diwarung tempat dia istirahat, belum lma ini. (lily)

17-7-09 SAMPAH DEPAN SMA JATILUHUR

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
jumat,17 Juli 2009

SAMPAH MENGGUNUNG DEPAN SMA JATILUHUR

PURWAKARTA,-Warga Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, mengeluhkan tumpukan sampah didepan gapura SMAN 1 Jatiluhur selain jarang diangkut, dibiarkan menggunung dan menyebarkan aroma tak sedap.

Warga yang melintas pun terpaksa menutup hidung rapat-rapat.Warga setempat Desa Bunder Jamal mengatakan, sampah yang ada digapura itu kerap menggunung lantaran menjadi TPS bagi wilayah lain.

“Kami tidak mungkin melarang warga lain membuang sampah disana. Hanya saja petugas jarang mengangkut sampah yang sudah menggunung. Sehingga mengganggu pernafasan warga sekitar,”ujarnya.

Guna mengurangi sekaligus membantu petugas kebersian, pihaknya bersama warga merencanakan pembuatan TPSS sekaligus memilih sampah organik dan nonorganik. Sayangnya upanya itu ditak mampu mengurangi volume sampah yang tiap hari bertambah dan keterbatasan truk pengangkut.

Sementara warga Bunder, mengeluhkan kenerja Dinas Kebersian Kabupaten Purwakarta lantaran sampah dibeberapa pasar tradisional jarang diangkut. Akibatnya kerap berceceran disekitar pasar dan menimbulkan kesan jorok.

”Sampah dipasar tradisonal jarang diangkut. Petugas lebih mementingkan sampah yang dihasilkan beberapa perusahaan, lantaran retribusi yang dikenakan dianggap menguntukan dari pada mengangkut sampah pasar.(lily)

17-7-09 PNPM IKUT ANDIL

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
jumat,17 Juli 2009

PNPM Mandiri Perdesaan Ikut Andil


(Purwakarta, MADINA) : Dalam rangka mengenalkan lebih kepada masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kabupaten Purwakarta ikut serta dalam Pameran Pembangunan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-41 dan Hari Jadi Purwakarta ke-178, di Sekitar Areal Wisata Situ Buleud Purwakarta, dari 11 sampai 19 juli 2009.

”ikut serta dalam pameran ini penting karena selain kita memperlihatkan hasil kegiatan yang didanai PNPM Mandiri Perdesaan, juga untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat atau pengunjung agar bisa langsung bertanya apa itu PNPM” jelas Kabid Pemberdayaan Masyarakat (PM) Badan Keluarga Berencana Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Purwakarta, Sabtu pekan lalu.

Selama pameran ini, lanjut Asep, kita memberikan pelayanan kepada masyarakat pengunjung dengan memberdayakan seluruh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) untuk bergiliran jaga. ”petugas ini selain menjaga stand juga harus bisa menjelaskan apabila ada masyarakat yang bertanya tentang PNPM” terang Asep.

Stand PNPM Mandiri Perdesaan di arena Pameran Pembangunan Purwakarta Tahun 2009, seluruh produk yang dipamerkan merupakan produk lokal yang didanai PNPM dan bagi pengunjung yang menginginkan boleh untuk membelinya. Produknya sendiri mulai dari makanan, kerajinan, dan perkakas. (as).

17-7-09 PELATIHAN UPK CAMPAKA

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
jumat,17 Juli 2009

UPK Campaka Adakan Pelatihan KPMD dan PL

(Purwakarta, MADINA) : Dalam rangka meningkatkan kemampuan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dan Pendamping Lokal (PL) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kabupaten Purwakarta Kecamatan Campaka mengadakan pelatihan.

”agar di lapangan nanti mereka ini betul-betul siap untuk melaksanakan tugasnya khususnya di desa yang telah mendapatkan program ini” terang Yeni Fasilitator Kecamatan Campaka, Minggu pekan lalu.

Kecamatan Campaka ini, lajut Yeni, sebanyak sepuluh desa dengan masing-masing desa mengirimkan kadernya dua orang dari KPMD dan PL-nya untuk berlatih bagaimana nanti di lapangan dalam melaksanakan tugasnya. ”diharapkan dengan adanya pelatihan ini mereka betul-betul melaksanakan kewajibannya sebagai kader pemberdayaan, mereka bisa menggali gagasan di lapangan sehingga desanya nanti kedepan lebih maju lagi” jelas Yeni.

Kecamatan Campaka merupakan salahsatu kecamatan penerima baru PNPM Mandiri Perdesaan, sehingga dalam pembinaannya perlu intensif. KPMD dan PL ini peranannya sangat besar di masyarakat, mereka ini harus peka terhadap keadaan sosial yang ada di lingkungannya.

Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari. Di Kabupaten Purwakarta sebanyak tiga kecamatan yang melaksanakan kegiatan ini secara serentak yaitu Kecamatan Campaka, Pondoksalam, dan Kecamatan Sukatani.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Tahun 2009 di Kabupaten Purwakarta dialokasikan dana mencapai Rp. 19,4 Milyar dengan cosharing dari Pemda Purwakarta sebesar Rp. 3,8 Milyar. Dana tersebut dialokasikan untuk 13 kecamatan yang sebelumnya hanya 8 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada. Dan untuk Kabupaten Purwakarta sebagian kalangan menilai kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan ini meningkat sehingga terlihat dengan adanya penambahan kecamatan sebagai penerima manfaat. (as).

17-7-09 PDIP SIAP REBUT KURSI KETUA DPRD

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
jumat,17 Juli 2009

PDIP Siap Rebut Kursi Ketua DPRD

PURWAKARTA-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lambing banteng ketaton yang dinahkodai oleh Megawati Soekarno Putri Cabang kabupaten Purwakarta dalam pemilihan ketua Dewan Perwakilan Rakyar (DPRD) priode masa Bhakti 2009-2014 siap rebut kursi Pimpinan ketua.

Walaupun tidak banyak komentar PDIP Purwakarta terkait perebutan kursi pimpinan di DPRD itu siap asalakan dasar nys sesuai dengan rancangan Susduk (susunan kedudukan) dan tata tertib yang konon khabar mengacu pada tatacara yang dimaksud. Demikian dikatakan Sekertaris Fraksi PDIP Purwakarta, kepada bedanews sat ditemui digedung DPRD rabu (15/7).

Acep Maman yang juga sebagai Wakil ketua I Partai PDIP bidang Politik dan Kemenangan, Purwakarta, walaupun dalam Pemilihan pimpinan ketua DPRD telah rampung di bahas di tingkat pusat. pihaknya, mereka menyatakan siap ikut bertempur dalam arena perehelatan kursi ketua DPRD Purwakarta periode 2009-2014. “Hingga kini kita masih menunggu pembahasan Susduk dan tata tertib, rampung dikemas di tingkat pusat selain menjelajahi konstalasi politik dari parpol lain di Purwakarta terkait perhelatan ini,”Kata Acep.

Pihak kami, terangnya juga, Sejauh ini sudah melakukan komunikasi politik lintas fraksi dan partai yang sudah meraih kursi di DPRD Purwakarta, PDIP pun sudah bersiap untuk melakukan seleksi anggota untuk mencalonkan kandidat yang pantas untuk menduduki kursi ketua DPRD Purwakarta periode kedepan (2009-2014) mendatang.

”Namun hingga kini keputusan siapa yang bakal dicalonkan masih belum bisa kita sebutkan, namun itu akan kami utarakan setelah melakukan rapat pleno intern partai dalam waktu dekat ini,”kata Acep

Sebenarnya tambah Acep, dalam perhelatan pemilihan ketua DPRD kali ini, dipastikan setiap parpol peraih suara terbesar di Purwakarta (PDIP, Golkar dan Demokrat) mempunyai kesempatan yang sama, untuk mencalonkan kandidat ketua DPRD duduk dikursi tertinggi. Dari modal itu, lanjutnya, pihak PDIP pun merasa optimis bakal turut mencalonkan kandidat ketua DPRD yang akan diseleksi dari ke enam anggotanya yang kembali duduk di Kursi DPRD Purwakarta.

”Kalau memang Golkar dan Demokrat tidak mampu mencalonkan kandidat ketua DPRD tentu kami yang akan mencalonkan, ke tiga parpol punya kesempatan yang sama, meskidemikian harapan utama kami dalam perhelatan itu yakni menempati pucuk pimpinan DPRD,”jelasnya.

Menyinggung perolehan suara Mega Prabowo dalam Pilpres 2009 di Purwakarta, Acep menjelaskan, perolehan jumlah suara Mega Prabowo di Purwakarta justru mampu melebihi target yang diembankan pihak pusat, yakni bertengger di angka 87 ribuan dari
target 60 ribuan. “Perolehan suara lebih meningkat dengan signifikan, secara target malahan kita sudah melampaui target itu kok masalah menang itukan belum diputuskan masih melalui proses penghitungan secara Nasional,”katanya.(Syaiful Jabrig)

17-7-09 STBE AKAN DIBANGUN

From : http://www.pwipwk.blogspot.com
jumat,17 Juli 2009

STBE AKAN DIBANGUN DI SEJUMLAH WILAYAH PURWAKARTA

PURWAKARTA- Diprediksi pada bulan ini Agustus 2009. akan dibangun Stasiun pengganti pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Rawaroko, Purwakarta yang menjadi kontapersi belum lama ini di kabupaten purwakarta, STBE tersebut direncanakan diibangun di wilayah Cibungur, Kecamatan Bungursari Purwakarta, walaupun demikian, Pihak Pemkab Purwakarta menjamin pasokan elpiji ke Purwakarta dapat memenuhi permintaan konsumen dan memadai.
Sementara itu dari pantauan dilapangan suplai elpiji ke Purwakarta masih dibantu oleh Depo Cikampek dan Karawang, selain Cimahi Bandung. namun, dari hasil rapat dengan Unit III Petamina, dimungkinkan pengoperasian SPBE Cibungur Purwakarta bakal berjalan antara Agustus akhir atau awal September 2009 ini, dengan demikian Purwakarta akan memiliki pos SPBE sendiri,"kata Kabag Ekonomi, Abad Hasyim H, kepada para wartawan, dilingkungan Pemkab Purwakarta, Rabu (15/7), kemarin.


Menurut Abad Hasyim, meskipun suplai elpiji ke Purwakarta masih dibantu kota tetangga, namun dalam hal pasokan elpiji berjalan relatif aman dan memadai. "Sampai saat ini tidak ada laporan kurang pasokan, SPBE yang ada (Cikampek, Karawang, Cimahi) masih menjamin ketesediaan elpiji untuk Purwakarta, dalam hal ini kita pun, pasokan terbantu dengan koordinasi dari tingkat agen yang ada selain belum ditemukannya tindakan penimbunan elpiji,"terang Abad Hasyim.


Abad menjelaskan, jumlah penggunaan elpiji di Purwakarta tercatat sekira 850 ribuan dengan besaran pasokan yang mencapai 200 ribu tabung persatu kali drop.. Jumlah ini, lanjut dia, masih lebih kecil ketimbang droping untuk kota Karawang dan Subang. " Jumlah pasokan elpiji ke Purwakarta lebih kecil dibanding Karawang dan Subang, ini disebabkan perbedaan jumlah penduduk saja,"katanya.


Mengenai harga eceran tertinggi (HET) elpiji /3kg di Purwakarta, ia mengatakan, sesuai kesepakatan Pertamina, Hiswana Migas, Dirjen Pertambangan dan Energi pusat ditetapkan Rp12750 dimana harga eceran itu sudah termasuk PPN dan margin tingkat agen."Harga variasi yang ada di pasar bukan dibawah pengendalian kita, biasanya itu dilakukan oleh pemilik pemilik warung yang bukan pangkalan maupun agen. Namun, dari agen dan pangkalan yang terpantau oleh kami tetap menjual sesuai dengan HET,"pungkasnya.

Sebagai catatan, rencana pembangunan SPBE Cibungur bakal dibuat dengan jumlah kapasitas 400 tabung persatu kali drop. (Laela)
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net
Powered By Blogger

Jumlah Pengunjung Blog PWI Purwakarta

Apakah yang diperlukan anda dalam penampilan blog ini ?

Pengikut

Lintas Berita 8