28-5-09 PENJAJA SEKS BERKELIARAN DI STASIUN

PURWAKARTA-Sudah bukan menjadi rahasia lagi kondisi yang terjadi nyata-nyata mencoreng citra masyarakat purwakarata yang notabene mendapat julukan kota Santri. Hal ini patut menjadi pemikiran bagi kalangaan pihak pemerintah terkait khususnya. walaupun telah berkali-kali dilakukan Operasi nampaknya penjajah birahi masih berkeliaran mencari mangsa lelaki hidung belang.

Hal ini terjadi tepat diseputaran Stasiun Kereta api (KA) Kota di Jalan K.K. Singawinata Purwakarta.dari pantauan dilapangan rabu malam dini hari (27/5), pemandangan ini membuat suasana sekitar bagaikan lokalisasi terselubung didukung dengan kurangnya penerangan dilokasi tersebut.

Tampak pemandangan itu terjadi sekitar pukul 01.00 wib di Halte angkutan kota yang dijadikan sebagai ajang transaksi sex, tampak dari kejauahan sekitar 4-5 orang wanita setengah baya yang sedang mangkal tersebut tidak segan-segan menjambangi konsumen nya. Berbagai cara yang dilakukan lambaian tangan tanda mengajak dilakukan terhadap para pengendara kendaraan baik pengemudi roda 2 maupun roda 4 yang melintasi jalan protokol itu.

Sementara itu salah seorang warga setempat Ujang (57) penjaga keamanan Kantor Catatan Sipil pembuat Akte (BKCK) Eks kantor Dinas Pariwisata Purwakarta. saat ditemui Rabu malam dini hari (27/5) mangaku walaupun sering dilakukan razia pelaku masih tetap bandel kamipun sebagai warga risih. namun apa yang hendak dikata, karena mungkin kebutuhan ekonomi sekarang yang morat-marit hanya itu yang dia lakukan, “ Kadang-kadang kasian liatnya. Mulai dari jam 21.00 Wib mereka sudah pada mangkal sampai jam 04.00 Wib, itupun kadanag-kadang ngak dapat tamu, kondisi sekarang kan cari untuk cari uang, “ungkapnya.

Sebenarnya tambah Ujang semua yang berkeliaran disini bukan orang Purwakarta datangan dari luar, coba saja tanyakan KTP saja ngak ada. Daerah sini tempat transit para penumpang dari berbagai pelosok., semuanya ada mulai dari gelandangan atau gepeng, pengamen, pemulung, preman sampai kepada Wanita Tuna Susila (WTS) penjaja sex. sehingga kesannya menjadi “Kumuh”,” Dimana-mana kita lihat stasiun KA dijadikan pangkalan bagi orang-orang seperti itu,” tambahnya.

Selanjutnya Dadang salah seorang Staf Kantor Catatan Sipil Purwakarta yang hanya dibatasi pagar kantor dari lokasi mangkalnya penjaja sex tersebut. saat itu sedang melakukan Piket malam dikantornya terkait hal ini mengatakan, pihaknya meminta kepada aparat terkait Purwakarta khususnya Satuan Pamong Praja untuk melakukan penertiban, “Melihat kondisi yang terjadi merasa malu, bayangkan saja diseputaran kantor dijadikan tempat operasional. gimana anggapan orang,” terangnaya.

Ditambahkanya lagi, kalau malam jalan ini dilintasi oleh pengendara mobil pribadi yang datang dari luar purawakarta. Seperti Bandung- Jakarta termasuk luar provinsi jawa barat.” Tindak biar jera berikan sangsi apalagi tidak memiliki indetitas yang jelas, ini merusak citra orang Purwakarta, “harap Dadang sambil melangkahkan bidak caturnya saat ditemui Bedanews dipelataran kantor pada rabu dini hari (27/5) kemarin. (Syaiful jabrig)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net
Powered By Blogger

Jumlah Pengunjung Blog PWI Purwakarta

Apakah yang diperlukan anda dalam penampilan blog ini ?

Pengikut

BERITA PURWAKARTA TERKINI

Lintas Berita 8