.jpg)
From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu, 1 Agustus 2009
”Membiasakan Baca Al-Qur’an dan Sholat Duha Penanaman Dasar Bagi Siswa”
(Abdul Rahmat SPd)
(Purwakarta, MADINA) : Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Cijunti merupakan salahsatu sekolah yang ada di Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta yang telah memberikan pelajaran tambahan, diantaranya sebelum melaksanakan pelajaran baik guru maupun murid diwajibkan untuk melaksanakan membaca Al-Qur’an dan Shalat duha di mushola yang di komplek sekolah.
”kami memberikan pelajaran ini sengaja agar kebiasaan ini dapat dilanjutkan seterusnya apabila kelak nanti setelah keluar. Dan kegiatan ini diwajibkan bagi kelas empat sampai kelas enam dan ini sengaja agar ditiru bagi adik kelasnya” terang Kepala SDN 3 Cijunti Abdul Rahmat SPd di ruang kerjanya.
Dengan adanya aturan bupati, lanjut Rahmat, bahwa bagi anak sekolah dasar diharuskan memakai celana panjang dan ini sangat positif selain dapat melatih anak untuk memakai celana panjang juga berguna untuk melaksanakan solat. ”dari segi kesehatan, melatih mental anak untuk terbiasa menggunakan celana panjang ini sangat besar manfaatnya, sehingga kami mendukung anak sekolah diharuskan menggunakan celana panjang” jelas Rahmat.
”dalam pelaksanaan pengajian dan salat duha di mushola yang di komplek sekolah tentunya ini tidak berlaku bagi siswa saja tetapi tentunya bagi gurunya sendiri untuk membimbingnya, dan ini sudah berjalan pada tahun ajaran ini” jelasnya lagi.
Sebagai seorang manajer bagi Abdul Rahmat tentunya harus memahami apa yang menjadi tugas dan fungsinya sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan dengan normal yang ditunjang tentunya dengan semangat kerja gurunya itu sendiri. ”guru ini harus bisa tenang dalam mentransferkan ilmunya, bagaimana caranya? Masalah kesejahteraan tentunya merupakan faktor yang paling utama, disamping itu juga sebagai manajer juga harus peka dan perduli terhadap guru itu sendiri dengan memberikan penghargaan dan penghargaan itu sendiri bukan hanya finansial tetapi juga ucapan terima kasih atau lainnya sehingga guru ini merasa dihargai” jelas Rahmat. (as).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar