From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu. 1 Agustus 2009
PURWAKARTA***
Tujuh oknum karyawan PT Indorama Synthetic (IRS) dibekuk polisi, Kamis (30/7) kemarin. Ketujuh karyawan tersebut meringkuk di tahanan Polsek Jatiluhur untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya gara-gara kedapatan mencuri benang.
Wakapolsek Jatiluhur, Inspektur Satu Suparlan, menuturkan penangkapan ketujuh karyawan perusahaan tersebut berawal ketika Tar (50), seorang pengusaha yang biasa membeli limbah dari perusahaan mendapatkan DO untuk membeli barang bekas pabrik berupa dus-dus bekas. Kenyataan, pada saat DO itu diambil, dus-dus bekas yang akan diberikan kepada Tar oleh para pelaku diisi benang yang selama ini diproduksi pabrik yang membuat serat sintetis tersebut. Saat akan keluar dari pabrik, tiba-tiba petugas Satpam IRS yang berada di Pos A mendapatkan laporan agar menahan truk yang mengangkut dus bekas tersebut.
“Saat diperiksa, di dalam dus yang akan dibawa keluar itu berisi benang. Dari hasil penyelidikan petugas satpam ternyata ada tujuh orang karyawan PT IRS yang bekerjasama dengan pembeli barang bekas tersebut," ujarnya ketika dihubungi, Jumat (31/7).
Setelah mengamankan ketujuh orang karyawan tersebut, pihak manajemen kemudian melaporkannya ke Polsek Jatiluhur. Ketujuh karyawan itu adalah Uj (35), Bud (40), As (38), Dad (46), Jap (28), Ik (34) dan Na (37). menambahkan, akibat perbuatan yang dilakukan para tersangka menyebabkan pihak perusahaan menderita kerugian sebesar Rp 29 juta. “Untuk sementara ketujuh karyawan PT IRS itu ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Inspektur Suparlan.
Sedangkan, sumber di PT IRS mengatakan, Tar yang dikenal sebagai pembeli limbah menerukan usaha mantan lurah yang ada di sekitar pabrik. Awalnya, saat Tar mengambil limbah di departemen II (CV II) yang berada di sebelah TFO II tidak ada masalah, namun pada pengambilan kedua di departemen I limbah yang diambil bercampur dengan papertub yang didalamnya ada filaminnya.
Setelah pengambilan barang yang kedua selesai ditimbang, tiba-tiba petugas keamanan yang berada di Pos ‘A’ mendapat informasi bahwa truk yang mengangkut barang bekas yang dimiliki Tar harus diamankan karena berisi barang yang bukan haknya. "Benar saja ketika diperiksa di dalam dus tersebut terdapat benang,” ujarnya.
Sementara, Manajemen PT IRS Purwakarta yang diwakili Dwi Agus Kurniawan mengatakan kemungkinan pencurian dan penggelapan yang dilakukan oleh ketujuh oknum karyawan itu berlangsung lama dan tidak terungkap karena kerjasama rapi antara pemesan barang dengan karyawan yang mengisi kardus serta adanya oknum petugas timbangan pabrik yang turut membantu untuk melakukan manipulasi berat timbangan dengan berbagai cara.
Menurutnya, setelah petugas keamanan pabrik berhasil mengungkap aksi pencurian dan penggelapan barang milik pabrik, pihak manajemen kemudian melaporkannya ke Polsek Jatiluhur. Oleh karena itu, pihaknya perusahaan sangat menyesalkan perbuatan oknum karyawan tersebut. “Pengurus serikat pekerja dan semua pihak yang ada di dalam perusahaan bertekad mengungkapkan kasus ini sampai keakar-akarnya agar hal yang sama tidak terulang kembali, siapapun orangnya,” ujar Dwi Agus K. (Laela)
01-08-2009 PENAMBANG PASIR KESULITAN
From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu,1 Agustus 2009
Penambang Pasir Kesulitan Hadapi Kemarau
PURWAKARTA***
Jelang musim kemarau sumber mata air mengakibatkan penurunan volume air sehingga membuat material pasir tidak lagi melarut dalam jumlah besar dari hulu sungai ketimbang saat volume air meningkat. Demikian dikatakan sejumlah penambang pasir di Kecamatan Sukatani Purwakarta mengaku cukup kelimpungan dengan menurunya volume air sungai Cilalawi beberapa waktu terakhir.
Gagah (34) salah seorang penambang pasir warga Kampung Cilayung Desa Cilalawi Kecamatan Sukatani Purwakarta Jumat (31/7) kemarin.mengaku hal itu tiap kali perubahan musim berlangsung, “'Material pasir dari hulu sungai biasanya akan larut bersama air sungai yang banjir di musim penghujan, tapi kemarau sekarang material pasir tidak semuanya larut dan membuat pasir sulit didapat,” ujarnya.
Padahal, biasanya, ucap Gagah, material yang larut akan ditambang buruh pasir yang jumlahnya mencapai puluhan di sepanjang alur Sungai Cilalawi dengan menggunakan perahu. Di tempatnya, sedikitnya ada sekitar 5 perahu yang siap dioperasikan untuk mencari pasir. Setiap satu perahu diisi antara dua hingga tiga penambang. Berbekal perahu itulah, disusurinya kawasan sungai yang dirasakan penuh dengan pasir. Setelah ditemukan, pasir kemudian diambil dengan cara menyelam bersama-sama.
”Kalau air sungai pasang kami bisa mengumpulkan pasir lumayan banyak sekitar lima-enam kubik. Setiap kubik pasir harganya mencapai Rp 60 ribu,” tutur Jamis (30) penambang yang lain.
Pasir rata-rata disetorkan pada pembeli yang datang dari Karawang, Cikarang bahkan Subang. Apabila pasir diperoleh banyak, para penambang akan memperoleh penghasilan antara Rp 35-45 ribu setiap harinya.
Sementara, saat kemarau ini, setiap penambang hanya mampu mengantongi uang sekira Rp 20 ribu/hari. Kondisi tersebut biasa terjadi pada musim kemarau dimana persediaan pasir di sungai mulai menipis.
'”Kalau kemarau datang pasir yang dikumpulkan setiap kelompok terkadang tidak mencapai satu atau dua kubik sehari. Berbeda ketika musim penghujan yang bisa mencapai 4-6 kubik sehari,'” ujar Jamis.
Pada musim ini, yang biasa terjadi sekitar bulan Agustus, para pencari pasir harus bisa hemat belanja kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak, ujar Wardi, penambang warga Desa Cilalawi, bersiap untuk berpuasa selama sehari karena tidak ada penghasilan dari mencari pasir. Ungkap Wardi (40), penambang pasir lainnya, kemarau merupakan musim yang sangat menyiksa bagi penambang. Pasalnya, mereka tidak punya pekerjaan sampingan selain mencari pasir, “Hanya pekerjaan ini yang dilakoni, guna menutupi kebutuhan perhari,” Uangkapnya. (Laela)
Sabtu,1 Agustus 2009
Penambang Pasir Kesulitan Hadapi Kemarau
PURWAKARTA***
Jelang musim kemarau sumber mata air mengakibatkan penurunan volume air sehingga membuat material pasir tidak lagi melarut dalam jumlah besar dari hulu sungai ketimbang saat volume air meningkat. Demikian dikatakan sejumlah penambang pasir di Kecamatan Sukatani Purwakarta mengaku cukup kelimpungan dengan menurunya volume air sungai Cilalawi beberapa waktu terakhir.
Gagah (34) salah seorang penambang pasir warga Kampung Cilayung Desa Cilalawi Kecamatan Sukatani Purwakarta Jumat (31/7) kemarin.mengaku hal itu tiap kali perubahan musim berlangsung, “'Material pasir dari hulu sungai biasanya akan larut bersama air sungai yang banjir di musim penghujan, tapi kemarau sekarang material pasir tidak semuanya larut dan membuat pasir sulit didapat,” ujarnya.
Padahal, biasanya, ucap Gagah, material yang larut akan ditambang buruh pasir yang jumlahnya mencapai puluhan di sepanjang alur Sungai Cilalawi dengan menggunakan perahu. Di tempatnya, sedikitnya ada sekitar 5 perahu yang siap dioperasikan untuk mencari pasir. Setiap satu perahu diisi antara dua hingga tiga penambang. Berbekal perahu itulah, disusurinya kawasan sungai yang dirasakan penuh dengan pasir. Setelah ditemukan, pasir kemudian diambil dengan cara menyelam bersama-sama.
”Kalau air sungai pasang kami bisa mengumpulkan pasir lumayan banyak sekitar lima-enam kubik. Setiap kubik pasir harganya mencapai Rp 60 ribu,” tutur Jamis (30) penambang yang lain.
Pasir rata-rata disetorkan pada pembeli yang datang dari Karawang, Cikarang bahkan Subang. Apabila pasir diperoleh banyak, para penambang akan memperoleh penghasilan antara Rp 35-45 ribu setiap harinya.
Sementara, saat kemarau ini, setiap penambang hanya mampu mengantongi uang sekira Rp 20 ribu/hari. Kondisi tersebut biasa terjadi pada musim kemarau dimana persediaan pasir di sungai mulai menipis.
'”Kalau kemarau datang pasir yang dikumpulkan setiap kelompok terkadang tidak mencapai satu atau dua kubik sehari. Berbeda ketika musim penghujan yang bisa mencapai 4-6 kubik sehari,'” ujar Jamis.
Pada musim ini, yang biasa terjadi sekitar bulan Agustus, para pencari pasir harus bisa hemat belanja kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak, ujar Wardi, penambang warga Desa Cilalawi, bersiap untuk berpuasa selama sehari karena tidak ada penghasilan dari mencari pasir. Ungkap Wardi (40), penambang pasir lainnya, kemarau merupakan musim yang sangat menyiksa bagi penambang. Pasalnya, mereka tidak punya pekerjaan sampingan selain mencari pasir, “Hanya pekerjaan ini yang dilakoni, guna menutupi kebutuhan perhari,” Uangkapnya. (Laela)
01-08-2009 POLRES DIKALAHKAN WARTAWAN
From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu 1 Agustus 2009
Team Futsal Wartawan Menang Tipis Lawan Team Polres Purwakarta
Purwakarta***
Walaupun hanya mendadak dan permainan biasa bukanya sebuah event pertandingan, untuk menjalin persahabatan dan menjalin kemitraaan. Team Futsal para wartawan (Pers) Kabupaten Purwakarta tidak ingin kalah dengan tim Team Futsal Polres Purwakarta.
Hal ini hanya berlangsung sekira 1 jam perjalanan waktu, kenapa tidak team para wartawan yang masih menyisakan laporan ke redaksi menyempatkan waktu Date line tersebut menunjukan kebolehannya.
Permainan yang berlangsung sore itu juga sempat dihadiri oleh kapolres purwakarta AKBP. Hendro Pandowo. pada jumat sore (31/7) di Gor Turbo Futsal di jalan RE. Martadinata Purwakarta. Team wartawan yang di nahkodai oleh Bargo dari Reporter TV Jatiluhur itu, dalam babak pertama hanya dapat menahan imbang team futsal polres purwakarta dengan skor 9 : 9, hingga menit babak pertama pluit ditiup wasit.
Namun sebelumnya, team wartawan sempat kedodoran dengan ketinggalan angka 9 : 7 untuk team polres tetapi berkat tendangan serta sundulan kepala bargo sehingga menghasilkan 2 angka dalam hitungan menit akhir babak pertama maka, kedua team hanya imbang.
Dalam babak kedua berlangsung penggantian pemain pun terjadi, team wartawan yang ketinggalan skor 10 : 9 sulit membuka serangan ke kubu team Polres Purwakarta dengan pengawalan ketat gol pun tak mampir ke jarang lawan, berkali-kali serangan kandas dikaki team futsal polres.
Entah keberuntungan mungkin Dewi Portuna berpihak ke team wartawan ketinggalan angka tersebut dapat teratasi gol pun bersarang kejaring team polres. sehingga skor sama 10 : 10. tesisanya waktu 2 menit menjelang babak akhir waktu yang disepakati dari kedua tim. dan akhirnya waktu pun tidak disia-siakan oleh para jurnalis ini, akhirnya tim wartawan kembali mencetak gol. sehingga skor diraih kemenangan untuk tim wartawan 11 : 10, bersamaan dengan tiupan fluit dari wasit serta terdenganya beduk Azan magrib mengakhirri permainan antara dua tim tersebut.
Sementara itu disela-selai usai penggantian pakaian para pemain Kanit III Reskrim Polres Purwakarta Aiptu. A. Rojak yang sempat menyaksikan permainan itu mengatakan,“ Ini hanya permaian biasa mungkin hanya keberuntungan saja tipis kok, masih ada waktu upaya balasan. selagi kita sama-sama dapat menyediakan waktu. ”Katanya sambil senyum. (Syaiful Jabrig)
Sabtu 1 Agustus 2009
Team Futsal Wartawan Menang Tipis Lawan Team Polres Purwakarta
Purwakarta***
Walaupun hanya mendadak dan permainan biasa bukanya sebuah event pertandingan, untuk menjalin persahabatan dan menjalin kemitraaan. Team Futsal para wartawan (Pers) Kabupaten Purwakarta tidak ingin kalah dengan tim Team Futsal Polres Purwakarta.
Hal ini hanya berlangsung sekira 1 jam perjalanan waktu, kenapa tidak team para wartawan yang masih menyisakan laporan ke redaksi menyempatkan waktu Date line tersebut menunjukan kebolehannya.
Permainan yang berlangsung sore itu juga sempat dihadiri oleh kapolres purwakarta AKBP. Hendro Pandowo. pada jumat sore (31/7) di Gor Turbo Futsal di jalan RE. Martadinata Purwakarta. Team wartawan yang di nahkodai oleh Bargo dari Reporter TV Jatiluhur itu, dalam babak pertama hanya dapat menahan imbang team futsal polres purwakarta dengan skor 9 : 9, hingga menit babak pertama pluit ditiup wasit.
Namun sebelumnya, team wartawan sempat kedodoran dengan ketinggalan angka 9 : 7 untuk team polres tetapi berkat tendangan serta sundulan kepala bargo sehingga menghasilkan 2 angka dalam hitungan menit akhir babak pertama maka, kedua team hanya imbang.
Dalam babak kedua berlangsung penggantian pemain pun terjadi, team wartawan yang ketinggalan skor 10 : 9 sulit membuka serangan ke kubu team Polres Purwakarta dengan pengawalan ketat gol pun tak mampir ke jarang lawan, berkali-kali serangan kandas dikaki team futsal polres.
Entah keberuntungan mungkin Dewi Portuna berpihak ke team wartawan ketinggalan angka tersebut dapat teratasi gol pun bersarang kejaring team polres. sehingga skor sama 10 : 10. tesisanya waktu 2 menit menjelang babak akhir waktu yang disepakati dari kedua tim. dan akhirnya waktu pun tidak disia-siakan oleh para jurnalis ini, akhirnya tim wartawan kembali mencetak gol. sehingga skor diraih kemenangan untuk tim wartawan 11 : 10, bersamaan dengan tiupan fluit dari wasit serta terdenganya beduk Azan magrib mengakhirri permainan antara dua tim tersebut.
Sementara itu disela-selai usai penggantian pakaian para pemain Kanit III Reskrim Polres Purwakarta Aiptu. A. Rojak yang sempat menyaksikan permainan itu mengatakan,“ Ini hanya permaian biasa mungkin hanya keberuntungan saja tipis kok, masih ada waktu upaya balasan. selagi kita sama-sama dapat menyediakan waktu. ”Katanya sambil senyum. (Syaiful Jabrig)
01-08-2009
.jpg)
From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu, 1 Agustus 2009
”Membiasakan Baca Al-Qur’an dan Sholat Duha Penanaman Dasar Bagi Siswa”
(Abdul Rahmat SPd)
(Purwakarta, MADINA) : Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Cijunti merupakan salahsatu sekolah yang ada di Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta yang telah memberikan pelajaran tambahan, diantaranya sebelum melaksanakan pelajaran baik guru maupun murid diwajibkan untuk melaksanakan membaca Al-Qur’an dan Shalat duha di mushola yang di komplek sekolah.
”kami memberikan pelajaran ini sengaja agar kebiasaan ini dapat dilanjutkan seterusnya apabila kelak nanti setelah keluar. Dan kegiatan ini diwajibkan bagi kelas empat sampai kelas enam dan ini sengaja agar ditiru bagi adik kelasnya” terang Kepala SDN 3 Cijunti Abdul Rahmat SPd di ruang kerjanya.
Dengan adanya aturan bupati, lanjut Rahmat, bahwa bagi anak sekolah dasar diharuskan memakai celana panjang dan ini sangat positif selain dapat melatih anak untuk memakai celana panjang juga berguna untuk melaksanakan solat. ”dari segi kesehatan, melatih mental anak untuk terbiasa menggunakan celana panjang ini sangat besar manfaatnya, sehingga kami mendukung anak sekolah diharuskan menggunakan celana panjang” jelas Rahmat.
”dalam pelaksanaan pengajian dan salat duha di mushola yang di komplek sekolah tentunya ini tidak berlaku bagi siswa saja tetapi tentunya bagi gurunya sendiri untuk membimbingnya, dan ini sudah berjalan pada tahun ajaran ini” jelasnya lagi.
Sebagai seorang manajer bagi Abdul Rahmat tentunya harus memahami apa yang menjadi tugas dan fungsinya sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan dengan normal yang ditunjang tentunya dengan semangat kerja gurunya itu sendiri. ”guru ini harus bisa tenang dalam mentransferkan ilmunya, bagaimana caranya? Masalah kesejahteraan tentunya merupakan faktor yang paling utama, disamping itu juga sebagai manajer juga harus peka dan perduli terhadap guru itu sendiri dengan memberikan penghargaan dan penghargaan itu sendiri bukan hanya finansial tetapi juga ucapan terima kasih atau lainnya sehingga guru ini merasa dihargai” jelas Rahmat. (as).
1-08-2009 DARI PNPM MANDIRI
From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu, 1 Agustus 2009
dari PNPM Mandiri Perdesaan
Rakor untuk Samakan Persepsi di Lapangan
Masukn foto Rakor (tampak Panitia Pelaksana Dede Juanda saat melaporkan kegiatan Rakor, dihadapan Kepala BKBPIA Dra Henny Herliani, anggota Satker Suryana, Faskab Ir Jati Nuhanto dan Ir H Dedi Kusnadi. Agus/Madina)
(Purwakarta, MADINA) : Untuk tercapainya konsensus prosfektif pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan, yang diawali dengan inventarisasi dan identifikasi permasalahan serta kendala yang ada dengan mencari solusinya maka dilakukan rapat koordinasi ini.
Terang Dra Henny Herliany Kepala Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Kabupaten Purwakarta, saat pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Aula Hotel Intan, Selasa pekan lalu.
Permasalahan kemiskinan dan pengangguran, lanjut Henny, merupakan masalah bersama yang harus ditangani. Upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran menjadi prioritas utama pemerintah baik Pusat meupun Daerah.
”upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran diantaranya dengan melakukan distribusi pendapatan melalui penciptaan lapangan kerja berupah memadai bagi kelompok-kelompok masyarakat miskin di perdesaan”jelas henny.
”dalam pelaksanaan rakor ini diharapkan semua materi yang disampaikan dapat di diskusikan untuk mendapatkan kesamaan pandangan, baik dalam tataran konsepsi, kebijakan maupun dalam tataran pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan ” harap Henny.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Drs Asep Suparman mengatakan, tatanan pokok pemerintah dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat adalah mengkoordinasikan dan memberikan fasilitasi kepada masyarakat, agar tahu dan mau melaksanakan pembangunan desanya serta menjaga keseimbangan arah pengembangan sikap masyarakat dari sikap ”adaptif” menuju ”patisipatif” yang akhirnya ”otiaktivitas”.
Disamping itu, lanjut Asep, Pemberdayaan Masyarakat juga bertujuan menagadakan perubahan dan pemahaman secara terarah terhadap kondisi kehidupan masyarakat desa, serta pengembangan wilayah desa sebagai satuan potensi sosial, ekonomi, budaya dan hukum menuju terciptanya peningkatan kualitas hidup masayarakat desa. ”Manjemen Pemberdayaan Masyarakat juga harus mampu meningkatkan motivasi dan patisipasi masyarakat desa guna terwujudnya dayua cipta dan karya masyarakat desa dalam pembangunan” jelas Asep.
”Terwujudnya kemandirian masyarakat, yaitu kondisi yang memungkinkan masyarakat mampu membangun dirinya berdasarkan potensi, kebutuhan, aspirasi dan kewenangan yang ada pada mereka, termasuk kelembagaannya” terang Asep.
Fasilitator Kabupaten (Faskab) Ir H Deddy Kusnadi mengungkapkan, mengembangkan kemampuan masyarakat untuk berperan aktip dalam pembangunan (to help people to help them self) agar secara bertahap mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri. ”dengan adanya pemikiran yang maju bahwa potensi yang menurut orang tidak mungkin namun dengan kemampuan pemikiran dan digali secara mendalam maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat pada umumnya” jelas Dedi.
Panitia Rakor PNPM Mandiri perdesaan Dede Juanda dalam laporannya mengatakan, dengan adanya rakor ini sebagai media partisipasi dalam curah pendapat dan informasi antara berbagai stakeholder PNPM Mandiri Perdesaan, sebagai media penyampaian kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Purwakarta bagi kepentingan masyarakat Purwakarta pada umumnya, mengevaluasi pelaksanaan/kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2008, mensosialisasikan rencana kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2009, merumuskan kesepakatan tentang langkah-langkah yang mengarah pada sinergitas program/kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2009, dan sebagai media konsolidasi penyelesaian permasalahan penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat.
”Out put Rapat Koordinasi ini untuk disepakatinya kebijakan rencana program hasil MAD dengan Pemerintah Kabupaten yang akan dibiayai dari APBN maupun APBD Kabupaten Purwakarta. Selain itu hasil yang diharapkan dari Rapat Koordinasi ini adalah terjadinya persamaan persepsi dan pemahaman bagi pelaku PNPM Mandiri Perdesaan” terang Dede.
Pesertanya sendiri kurang lebih seratus orang terdiri dari Tim Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan, Camat, PJOK, Unit Pengelola Kegiatan (UPK), BKAD (Badan Koordinasi Antar Desa), BPUPK, Fasilitator Kecamatan, dan Konsultan Manajemen Kabupaten. (as).
Sabtu, 1 Agustus 2009
dari PNPM Mandiri Perdesaan
Rakor untuk Samakan Persepsi di Lapangan
Masukn foto Rakor (tampak Panitia Pelaksana Dede Juanda saat melaporkan kegiatan Rakor, dihadapan Kepala BKBPIA Dra Henny Herliani, anggota Satker Suryana, Faskab Ir Jati Nuhanto dan Ir H Dedi Kusnadi. Agus/Madina)
(Purwakarta, MADINA) : Untuk tercapainya konsensus prosfektif pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan, yang diawali dengan inventarisasi dan identifikasi permasalahan serta kendala yang ada dengan mencari solusinya maka dilakukan rapat koordinasi ini.
Terang Dra Henny Herliany Kepala Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Kabupaten Purwakarta, saat pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Aula Hotel Intan, Selasa pekan lalu.
Permasalahan kemiskinan dan pengangguran, lanjut Henny, merupakan masalah bersama yang harus ditangani. Upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran menjadi prioritas utama pemerintah baik Pusat meupun Daerah.
”upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran diantaranya dengan melakukan distribusi pendapatan melalui penciptaan lapangan kerja berupah memadai bagi kelompok-kelompok masyarakat miskin di perdesaan”jelas henny.
”dalam pelaksanaan rakor ini diharapkan semua materi yang disampaikan dapat di diskusikan untuk mendapatkan kesamaan pandangan, baik dalam tataran konsepsi, kebijakan maupun dalam tataran pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan ” harap Henny.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Drs Asep Suparman mengatakan, tatanan pokok pemerintah dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat adalah mengkoordinasikan dan memberikan fasilitasi kepada masyarakat, agar tahu dan mau melaksanakan pembangunan desanya serta menjaga keseimbangan arah pengembangan sikap masyarakat dari sikap ”adaptif” menuju ”patisipatif” yang akhirnya ”otiaktivitas”.
Disamping itu, lanjut Asep, Pemberdayaan Masyarakat juga bertujuan menagadakan perubahan dan pemahaman secara terarah terhadap kondisi kehidupan masyarakat desa, serta pengembangan wilayah desa sebagai satuan potensi sosial, ekonomi, budaya dan hukum menuju terciptanya peningkatan kualitas hidup masayarakat desa. ”Manjemen Pemberdayaan Masyarakat juga harus mampu meningkatkan motivasi dan patisipasi masyarakat desa guna terwujudnya dayua cipta dan karya masyarakat desa dalam pembangunan” jelas Asep.
”Terwujudnya kemandirian masyarakat, yaitu kondisi yang memungkinkan masyarakat mampu membangun dirinya berdasarkan potensi, kebutuhan, aspirasi dan kewenangan yang ada pada mereka, termasuk kelembagaannya” terang Asep.
Fasilitator Kabupaten (Faskab) Ir H Deddy Kusnadi mengungkapkan, mengembangkan kemampuan masyarakat untuk berperan aktip dalam pembangunan (to help people to help them self) agar secara bertahap mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri. ”dengan adanya pemikiran yang maju bahwa potensi yang menurut orang tidak mungkin namun dengan kemampuan pemikiran dan digali secara mendalam maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat pada umumnya” jelas Dedi.
Panitia Rakor PNPM Mandiri perdesaan Dede Juanda dalam laporannya mengatakan, dengan adanya rakor ini sebagai media partisipasi dalam curah pendapat dan informasi antara berbagai stakeholder PNPM Mandiri Perdesaan, sebagai media penyampaian kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Purwakarta bagi kepentingan masyarakat Purwakarta pada umumnya, mengevaluasi pelaksanaan/kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2008, mensosialisasikan rencana kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2009, merumuskan kesepakatan tentang langkah-langkah yang mengarah pada sinergitas program/kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2009, dan sebagai media konsolidasi penyelesaian permasalahan penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat.
”Out put Rapat Koordinasi ini untuk disepakatinya kebijakan rencana program hasil MAD dengan Pemerintah Kabupaten yang akan dibiayai dari APBN maupun APBD Kabupaten Purwakarta. Selain itu hasil yang diharapkan dari Rapat Koordinasi ini adalah terjadinya persamaan persepsi dan pemahaman bagi pelaku PNPM Mandiri Perdesaan” terang Dede.
Pesertanya sendiri kurang lebih seratus orang terdiri dari Tim Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan, Camat, PJOK, Unit Pengelola Kegiatan (UPK), BKAD (Badan Koordinasi Antar Desa), BPUPK, Fasilitator Kecamatan, dan Konsultan Manajemen Kabupaten. (as).
1-08-2009 DPRD KEOK SEBELUM AUDENSI
From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Sabtu 1 Agustus 2009
“DPRD Keok Sebelum Audensi”
Purwakarta***
Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamat Asset Negara LSM TOPAN-RI DPD Kabupaten Purwakarta Kecewa, pasalnya lembaga tinggi di kabupaten purwakarta yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta telah melakukan “Pelecehan” sehubungan dengan jadwal Audesi dari surat balasan bernomor : 172.3/373/DPRD perihal penerimaan Audensi yang dilayangkan DPRD ke LSM TOPAN-RI dijadwalkan hari Rabu 29 Juli 2009 pukul 13.00 Wib itu tidak dipenuhi oleh para anggota DPRD.
“Tak satu pun dari 45 orang anggota DPRD yang dapat memenuhi janji yang dimaksud dalam balasan surat. sehingga pihak kami menganggap lembaga tinggi di DPRD telah melakukan pelecehan terhadap LSM TOPAN-RI, sehingga kami menganggap “DPRD Keok Sebelum diserang” demikian dikatakan Wawan Ridwan Pres. Direktur Topan -RI DPD Purwakarta saat ditemui di DPRD Rabu (29/7) usai menunggu jawaban Anggota DPRD diruang lobi.
Diterangkan Wawan, sebelum pihak LSM Topan telah melayangkan surat audensi ke DPRD sekitar satu minggu sebagaimana yang telah dijawab jadwalnya hari ini, namun ternyata kehadiran yang telah disepakati tersebut Sirna. sehingga kami yang telah datang sejak 30 menit sebelum waktu dijadwalkan oleh para anggota DPRD menunggu hingga 3 jam (15.00 wib) di lobi kantor DPRD,” Tak satupun anggota DPRD yang semula agendanya dikomisi I akan melakukan Audensi padahal Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua DPRD dr.Sigit Soeroso, bahkan di tembuskan ke para ketua Fraksi dan ketua Komisi DPRD kabupaten Purwakarta,” tegasnya.
Timbul pertanyaan ? Dan bukan suatu alasan yang mendasar sebagai wakil rakyat. apakah karena masa bhakti anggota DPRD tinggal beberapa hari atau hitungan jari lagi duduk di kursi dewan, sebagai wakil rakyat purwakarta sehingga kami warga masyarakat Purwakarta yang ingin melakukan Audensi. tidak perlu lagi ditemui. Seraya menambahkan apa karena ada kunjungan tamu yang datang dari luar purwakarta (kabupaten Solok Sumbar-Red) sehingga dari 45 anggota DPRD yang ada, tertuju di dalam ruangan tersebut,”terangnya.
Secara transparan, banyak hal yang telah dilakukan dan berjalan yang akan ditinggalkan sebagai wakil rakyat yang telah mengabdi di DPRD sebagai kepanjangan tangan suara rakyat purwakarta, yang perlu kami ketahui. selain itu pun puluhan pertanyaan yang telah kami siapkan menyangkut perkembangan perjalanan pembangunan kabupaten Purwakarta dari tahun 2004 hingga 2009 sekarang hanya itu, masa dari 45 orang anggota DPRD kemana saja ? ”pungkasnya.(Syaiful Jabrig)
Sabtu 1 Agustus 2009
“DPRD Keok Sebelum Audensi”
Purwakarta***
Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamat Asset Negara LSM TOPAN-RI DPD Kabupaten Purwakarta Kecewa, pasalnya lembaga tinggi di kabupaten purwakarta yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta telah melakukan “Pelecehan” sehubungan dengan jadwal Audesi dari surat balasan bernomor : 172.3/373/DPRD perihal penerimaan Audensi yang dilayangkan DPRD ke LSM TOPAN-RI dijadwalkan hari Rabu 29 Juli 2009 pukul 13.00 Wib itu tidak dipenuhi oleh para anggota DPRD.
“Tak satu pun dari 45 orang anggota DPRD yang dapat memenuhi janji yang dimaksud dalam balasan surat. sehingga pihak kami menganggap lembaga tinggi di DPRD telah melakukan pelecehan terhadap LSM TOPAN-RI, sehingga kami menganggap “DPRD Keok Sebelum diserang” demikian dikatakan Wawan Ridwan Pres. Direktur Topan -RI DPD Purwakarta saat ditemui di DPRD Rabu (29/7) usai menunggu jawaban Anggota DPRD diruang lobi.
Diterangkan Wawan, sebelum pihak LSM Topan telah melayangkan surat audensi ke DPRD sekitar satu minggu sebagaimana yang telah dijawab jadwalnya hari ini, namun ternyata kehadiran yang telah disepakati tersebut Sirna. sehingga kami yang telah datang sejak 30 menit sebelum waktu dijadwalkan oleh para anggota DPRD menunggu hingga 3 jam (15.00 wib) di lobi kantor DPRD,” Tak satupun anggota DPRD yang semula agendanya dikomisi I akan melakukan Audensi padahal Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua DPRD dr.Sigit Soeroso, bahkan di tembuskan ke para ketua Fraksi dan ketua Komisi DPRD kabupaten Purwakarta,” tegasnya.
Timbul pertanyaan ? Dan bukan suatu alasan yang mendasar sebagai wakil rakyat. apakah karena masa bhakti anggota DPRD tinggal beberapa hari atau hitungan jari lagi duduk di kursi dewan, sebagai wakil rakyat purwakarta sehingga kami warga masyarakat Purwakarta yang ingin melakukan Audensi. tidak perlu lagi ditemui. Seraya menambahkan apa karena ada kunjungan tamu yang datang dari luar purwakarta (kabupaten Solok Sumbar-Red) sehingga dari 45 anggota DPRD yang ada, tertuju di dalam ruangan tersebut,”terangnya.
Secara transparan, banyak hal yang telah dilakukan dan berjalan yang akan ditinggalkan sebagai wakil rakyat yang telah mengabdi di DPRD sebagai kepanjangan tangan suara rakyat purwakarta, yang perlu kami ketahui. selain itu pun puluhan pertanyaan yang telah kami siapkan menyangkut perkembangan perjalanan pembangunan kabupaten Purwakarta dari tahun 2004 hingga 2009 sekarang hanya itu, masa dari 45 orang anggota DPRD kemana saja ? ”pungkasnya.(Syaiful Jabrig)
26-7-09 KEJAKSAAN BENTUK TIM INTELEJEN
From : http://www.pwipwk.blogspot.com
Minggu, 26 JUli 2009
Kejaksaan Bentuk Tim dianggap kesiangan ?
PURWAKARTA-Rencana pembentukan tim intelejen Kejari Purwakarta untuk mencari keberadaan tersangka kasus dugaan korupsi dana BBS, Abun Bunyamin Oknum Pegawai Depag Purwakarta, dinilai kesiangan. Meski demikian, dalam penuntasan kasus dugaan penyelewengan dana BBS, Kejari diminta tidak pilih kasih selain segera dapat menuntaskan kasus tersebut.
”Kenapa baru sekarang, sudah berapa lama Abun menjadi buron ? bukannya sudah lebih dari 5 bulan, semestinya kalau langkah ini mau dijalankan sejak pertama saja sewaktu Abun dinyatakan melarikan diri”, kata Sekjen LSM Team opersional penyelamat Asset Negra (Topan RI) Edi Mulyadi, Kamis (23/7), pagi dilingkungan Pemkab Purwakarta.
Bukan itu saja, buronnya tersangka Abun, ada dugaan hanya untuk menyamarkan oknum yang terlibat dengan perkara dana BBS. Implikasinya, karena tersangka merupakan satu kunci untuk bisa menyeret aktor intelektual dibalik kasus itu. "Padahal status Abun waktu ditangguhkan sudah mejadi tersangka, tapi mengapa malah dilepas dengan alasan penangguhan, justru ini yang janggal”, kata Edi.
Di tempat terpisah, Ketua KNPI Purwakarta, Munarman Kholil, mengemukakan, pembentukan tim intelejen dari pihak Kejari justru dinilainya sebagai langkah yang tak perlu. Sebab, selama ini, kinerja Kejari dalam menangani persoalan hukum sudah dilengkapi oleh tim khusus. Justru, tambahnya, pembentukan tim hanya akan menambah cost saja.
"Bukannya Kejari sudah memiliki petugas yang membidanginya, Justru yang jadi pertanyaan, mengapa Abun di persilahkan keluar padahal statusnya sudah tersangka, dan kalaupun ditangguhkan lalu apa jaminannya? malahan tersangka sekarang tak jelas juntrungannya", tanya Kholil.
Sementara, Ketua Gerakan Pemuda Purwakarta Menggugat (GP2M) Purwakarta, Didin Safrudin, menegaskan hal senada. Menurut dia, buronnya tersangka Abun merupakan teka teki yang belum terjawab. Padahal, kata Didin, Abun sendiri merupakan satu elemen penting untuk bisa menguak tabir dugaan penyelewengan dana BBS.
"Ini masih teka teki, biarpun terbukti bersalah namun Abun justru bebas berkeliaran, kami kira terkait ini Kejari tak perlu membentuk tim lain untuk meringkusnya, tinggal bagaimana keseriusan Kejari saja serius atau tidak menanganinya", ujar Didin.
Ditambahkannya, terkait penanganan dugaan penyelewengan dana BBS, Kejari hanya perlu berfokus dalam substansi perkara tanpa perlu repot mencari cari pelaku. "Kami hargai sikap Kejari yang sudah bekerja keras menangani kasus ini, namun kami minta Kejari bisa serius tanpa pandang bulu", pungkasnya.
Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP), Hikmat Ibnu Aril, menambahkan, molornya penanganan kasus ini tidak menutup kemungkinan bisa membentuk asumsi lain dari masyarakat, salah satunya adalah dugaan pengendapan kasus.
Karenanya, lanjut dia, guna menghindari asumsi tersebut alangkah baiknya jika pihak Kejari dalam waktu dekat ini bisa menuntaskan kasus hingga pada akar masalahnya. "Jangan tebang pilih, masyarakat bisa jenuh kalau Kejari belum bersikap”, tutup Hikmat. (Syaiful Jabrig)
Minggu, 26 JUli 2009
Kejaksaan Bentuk Tim dianggap kesiangan ?
PURWAKARTA-Rencana pembentukan tim intelejen Kejari Purwakarta untuk mencari keberadaan tersangka kasus dugaan korupsi dana BBS, Abun Bunyamin Oknum Pegawai Depag Purwakarta, dinilai kesiangan. Meski demikian, dalam penuntasan kasus dugaan penyelewengan dana BBS, Kejari diminta tidak pilih kasih selain segera dapat menuntaskan kasus tersebut.
”Kenapa baru sekarang, sudah berapa lama Abun menjadi buron ? bukannya sudah lebih dari 5 bulan, semestinya kalau langkah ini mau dijalankan sejak pertama saja sewaktu Abun dinyatakan melarikan diri”, kata Sekjen LSM Team opersional penyelamat Asset Negra (Topan RI) Edi Mulyadi, Kamis (23/7), pagi dilingkungan Pemkab Purwakarta.
Bukan itu saja, buronnya tersangka Abun, ada dugaan hanya untuk menyamarkan oknum yang terlibat dengan perkara dana BBS. Implikasinya, karena tersangka merupakan satu kunci untuk bisa menyeret aktor intelektual dibalik kasus itu. "Padahal status Abun waktu ditangguhkan sudah mejadi tersangka, tapi mengapa malah dilepas dengan alasan penangguhan, justru ini yang janggal”, kata Edi.
Di tempat terpisah, Ketua KNPI Purwakarta, Munarman Kholil, mengemukakan, pembentukan tim intelejen dari pihak Kejari justru dinilainya sebagai langkah yang tak perlu. Sebab, selama ini, kinerja Kejari dalam menangani persoalan hukum sudah dilengkapi oleh tim khusus. Justru, tambahnya, pembentukan tim hanya akan menambah cost saja.
"Bukannya Kejari sudah memiliki petugas yang membidanginya, Justru yang jadi pertanyaan, mengapa Abun di persilahkan keluar padahal statusnya sudah tersangka, dan kalaupun ditangguhkan lalu apa jaminannya? malahan tersangka sekarang tak jelas juntrungannya", tanya Kholil.
Sementara, Ketua Gerakan Pemuda Purwakarta Menggugat (GP2M) Purwakarta, Didin Safrudin, menegaskan hal senada. Menurut dia, buronnya tersangka Abun merupakan teka teki yang belum terjawab. Padahal, kata Didin, Abun sendiri merupakan satu elemen penting untuk bisa menguak tabir dugaan penyelewengan dana BBS.
"Ini masih teka teki, biarpun terbukti bersalah namun Abun justru bebas berkeliaran, kami kira terkait ini Kejari tak perlu membentuk tim lain untuk meringkusnya, tinggal bagaimana keseriusan Kejari saja serius atau tidak menanganinya", ujar Didin.
Ditambahkannya, terkait penanganan dugaan penyelewengan dana BBS, Kejari hanya perlu berfokus dalam substansi perkara tanpa perlu repot mencari cari pelaku. "Kami hargai sikap Kejari yang sudah bekerja keras menangani kasus ini, namun kami minta Kejari bisa serius tanpa pandang bulu", pungkasnya.
Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP), Hikmat Ibnu Aril, menambahkan, molornya penanganan kasus ini tidak menutup kemungkinan bisa membentuk asumsi lain dari masyarakat, salah satunya adalah dugaan pengendapan kasus.
Karenanya, lanjut dia, guna menghindari asumsi tersebut alangkah baiknya jika pihak Kejari dalam waktu dekat ini bisa menuntaskan kasus hingga pada akar masalahnya. "Jangan tebang pilih, masyarakat bisa jenuh kalau Kejari belum bersikap”, tutup Hikmat. (Syaiful Jabrig)
Langganan:
Postingan (Atom)
Apakah yang diperlukan anda dalam penampilan blog ini ?
Pengikut
KURS
!-end>!-currency>
